Prabowo Minta 70.000 Polisi Hutan, Pencegahan Karhutla Dimulai dari Desa
Presiden Prabowo Subianto.-Foto: BPMI Sekretariat Presiden-
Jakarta, Disway.id - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Ia meminta seluruh jajarannya menyampaikan kebutuhan yang diperlukan agar upaya pemadaman dapat dipercepat.
"Kalau ada kebutuhan, kalau ada keperluan, apa yang kamu butuh, sampaikan. Ini prioritas sangat utama bagi kita. Kita harus segera atasi ini," kata Prabowo dikutip, Selasa (13/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari jajaran panglima, kepala kepolisian daerah (kapolda), hingga pemerintah daerah.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor perlu diperkuat agar penanganan kebakaran berjalan efektif sekaligus mendukung perlindungan kawasan hutan Indonesia secara berkelanjutan.
Prabowo menekankan bahwa upaya mengatasi karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul. Pemerintah, kata dia, harus memperkuat langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran sejak dini.
Salah satu langkah yang diminta adalah meningkatkan jumlah polisi hutan hingga mencapai 70.000 personel. Prabowo menilai penambahan petugas diperlukan untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan kawasan hutan yang menghadapi berbagai ancaman, termasuk kebakaran.
"Kalau memang saya minta 70.000 polisi hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita," imbuh Prabowo.
Ia juga menyoroti pentingnya pembekalan dan pelatihan bagi personel yang nantinya bertugas menjaga kawasan hutan. Untuk mendukung upaya tersebut, Prabowo meminta Kapolri turut membantu proses pendidikan polisi hutan.
“Kapolri nanti bisa bantu, ya, mendidik polisi hutan,” ucapnya.
Selain menambah personel, Presiden menginstruksikan agar strategi pencegahan dan mitigasi karhutla dirancang secara tepat hingga tingkat desa. Pendekatan tersebut dinilai penting agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sebelum meluas ke wilayah lain.
Prabowo mengatakan, pembahasan mengenai strategi penanganan karhutla telah melibatkan para pakar dari berbagai perguruan tinggi, profesor, serta ahli daerah yang memahami karakteristik wilayah masing-masing.
“Paling utama nanti adalah pencegahan, presisi, dan mitigasi di tingkat paling bawah, di tingkat desa,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan karhutla memerlukan keterlibatan banyak pihak dan pengerahan sumber daya dalam skala besar. Kondisi alam serta tantangan di lapangan membuat upaya tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial.
Karena itu, Prabowo meminta seluruh instansi terkait memperkuat koordinasi dan bergerak bersama untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah kejadian serupa meluas.
Sumber: