Untad dan Unismuh Palu Latih Petani Sigi Olah Kakao Bernilai Ekonomi
Untad dan Unismuh Palu berkolaborasi meningkatkan keterampilan petani kakao di Desa Uenuni, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.-Foto: Antara-
Sigi, Disway.id - Universitas Tadulako (Untad) dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu berkolaborasi meningkatkan keterampilan petani kakao di Desa Uenuni, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Melalui pelatihan fermentasi biji dan pengolahan kakao, program ini diharapkan mampu meningkatkan mutu hasil panen sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Akademisi Unismuh Palu, Rosmaniar Gailea, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) 2026 yang dilaksanakan Unismuh Palu dengan pendampingan tim dari Untad.
"Program ini dari kolaborasi sosial membangun masyarakat (Kosabangsa) Unismuh Palu yang didampingi tim dari Untad Palu," kata Rosmaniar dikutip dari Antara, Rabu (14/10/2026).
Program tersebut mengusung tema Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascagempa Bumi melalui Penguatan Produktivitas, Peningkatan Mutu, dan Hilirisasi Kakao Berbasis Inovasi Teknologi.
Pelatihan ini melibatkan Kelompok Tani Sinar Uenuni dan Kelompok Industri Rumah Tangga (IRT) Pelangi Uenuni. Peserta mendapatkan materi mengenai teknik fermentasi biji kakao serta pengolahan hasil kakao menjadi produk dengan kualitas lebih baik dan daya saing pasar yang lebih tinggi.
Melalui kegiatan tersebut, petani didorong memahami pentingnya penanganan pascapanen untuk menjaga kualitas biji kakao. Sementara itu, anggota kelompok industri rumah tangga dibekali keterampilan untuk mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Dua guru besar Untad Palu, Sri Anjar Lasmini dan Flora Pasaru, hadir sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut.
Tim pelaksana dari Unismuh Palu terdiri atas Rosmaniar Gailea, Marliyah, dan Sitti Aminah. Adapun tim pendamping dari Untad Palu meliputi Hasriyanty, Nur Khasanah, dan Sitti Rahmawati.
Tim pelaksana berharap program ini menjadi awal penguatan rantai nilai kakao di Kecamatan Palolo. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan produktivitas, perbaikan mutu biji kakao, hingga pengembangan produk olahan yang berpotensi menambah pendapatan masyarakat.
"Melalui kolaborasi perguruan tinggi, kelompok tani, kelompok usaha rumah tangga, dan pemerintah desa. Program ini diharapkan mendukung keberlanjutan usaha kakao serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Uenuni," katanya.
Tim Kosabangsa Unismuh Palu bersama Untad juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Dikti atas dukungan terhadap pelaksanaan program tahun 2026 tersebut.
Program ini turut melibatkan lima mahasiswa, yakni Feki Ariyanto Tagora, Mahmud, Muh Gani Jumaril, Nur Faiza, dan Eril Alktari. Keterlibatan mereka diakui setara enam satuan kredit semester (SKS) pada mata kuliah yang relevan melalui aktivitas pembelajaran langsung di lapangan.
Kepala Desa Uenuni, Warteni, berharap pelatihan dan pemberdayaan masyarakat serupa dapat terus berlanjut. Ia menaruh harapan agar pengembangan potensi kakao semakin diperkuat sehingga mampu mendorong pertumbuhan usaha dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.
Sumber: