Stunting di Sigi Turun Jadi 11,55 Persen, Bupati Dorong Penguatan PAUD
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae.-Foto: ANTARA/HO-Diskominfo Sigi-
Sigi, Disway.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, terus memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, prevalensi stunting di Sigi pada 2025 tercatat 11,55 persen, turun dari sebelumnya 33 persen.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan pencegahan stunting dan peningkatan mutu PAUD menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi daerah yang maju dan berkelanjutan dengan bertumpu pada sektor pertanian serta pariwisata.
"Tentunya pencegahan stunting atau tengkes bukan hanya urusan kesehatan, melainkan berkaitan dengan gizi, pola asuh, ketahanan pangan, sanitasi air bersih, pendidikan, kondisi sosial ekonomi, hingga kualitas lingkungan," kata Rizal saat membuka kegiatan penguatan peran PAUD dalam pencegahan stunting di Sidera, dilansir Antara, Rabu (14/10/2026).
Menurut Rizal, penurunan angka stunting membutuhkan penanganan menyeluruh yang melibatkan berbagai sektor. Karena itu, program pencegahan dan percepatan penurunan stunting perlu dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan tanpa terhambat kepentingan sektoral.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menyusun strategi penanganan stunting yang mencakup enam fokus utama, dengan menempatkan komitmen politik dan kepemimpinan daerah sebagai salah satu aspek penting.
"Ke depan perlu mengoptimalkan sinergi lintas organisasi perangkat daerah guna menyelaraskan program peningkatan kualitas kader posyandu dan penguatan peran guru PAUD," ucapnya.
Rizal juga menekankan perlunya penyelarasan program daerah dengan agenda prioritas pemerintah pusat, termasuk pemenuhan kebutuhan gizi anak melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut dia, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mempersiapkan generasi Sigi yang sehat, berkualitas, dan mampu bersaing pada masa mendatang.
Capaian penurunan prevalensi stunting dari 33 persen menjadi 11,55 persen pada 2025 menjadi salah satu indikator perkembangan penanganan masalah gizi di Kabupaten Sigi. Meski demikian, pemerintah daerah tetap perlu menjaga keberlanjutan program melalui penguatan layanan kesehatan, perbaikan pola asuh, pemenuhan gizi, serta peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Melalui sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, guru PAUD, dan masyarakat, upaya pencegahan stunting diharapkan semakin efektif sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sigi.
Sumber: