Kadin dan ISNU Sulteng Dorong Pesantren Lahirkan Pengusaha UMKM Baru

Kadin dan ISNU Sulteng Dorong Pesantren Lahirkan Pengusaha UMKM Baru

Kadin Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan PW ISNU Sulteng untuk mengembangkan potensi UMKM di lingkungan pesantren.-Foto: Antara-

Palu, Disway.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Sulteng untuk mengembangkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan pesantren. Kolaborasi ini diawali dengan pendataan pesantren yang memiliki potensi usaha guna memperkuat pembinaan kewirausahaan dan melahirkan pengusaha baru yang mandiri serta berdaya saing.

Ketua Kadin Sulawesi Tengah, Gufran Ahmad, mengatakan kerja sama tersebut dirancang untuk memberikan manfaat nyata melalui pembinaan UMKM di lingkungan pondok pesantren.

"Jadi ke depan itu kami membangun suatu kegiatan yang memberikan manfaat dalam hal pembinaan UMKM di lingkungan pesantren," kata Gufran di Palu, dilansir Antara, Minggu (25/10/2026).

Ia menjelaskan, tahap awal program dilakukan dengan menginventarisasi sejumlah pesantren di Sulawesi Tengah. Pendataan tersebut bertujuan mengidentifikasi peluang pengembangan usaha, mulai dari kemampuan produksi, penguatan merek atau *branding*, hingga strategi pemasaran produk.

Menurut Gufran, pemetaan potensi usaha menjadi langkah penting untuk menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pesantren. Melalui pembinaan yang terarah, pesantren diharapkan mampu mengembangkan unit usaha secara berkelanjutan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

"Jadi Kadin berharap bahwa kolaborasi-kolaborasi yang seperti ini yang kita bangun bisa menciptakan pengusaha-pengusaha baru, apalagi ini dari pesantren," katanya.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, PW ISNU Sulteng berencana menggelar ajang apresiasi atau perlombaan berbasis produk usaha pesantren. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk melihat perkembangan unit usaha yang telah dirintis sekaligus mendorong peningkatan kualitas produk.

Gufran menyebutkan, kegiatan tersebut akan melibatkan sejumlah pesantren di Sulawesi Tengah yang telah menjalankan usaha.

"Ia itu dari ISNU, nantinya terhadap beberapa pesantren yang ada di Sulawesi Tengah ada lomba dan kaitannya dengan usaha-usaha yang mereka sudah lakukan sebelumnya," kata Gufran.

Selain mengadakan ajang apresiasi, Kadin dan PW ISNU juga menyiapkan pelatihan kewirausahaan untuk memperkuat kemandirian ekonomi pondok pesantren. Sebanyak 15 pondok pesantren terpilih akan mengikuti pelatihan setelah mengajukan proposal unit usaha kepada PW ISNU Sulteng.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha di lingkungan pesantren, tetapi juga memperluas akses pasar bagi produk yang dihasilkan.

Gufran berharap produk-produk usaha pesantren dapat menembus pasar yang lebih luas dan menjadi bagian dari rantai pasok bisnis lokal. Salah satu peluang yang disasar ialah sektor perhotelan di Kota Palu melalui kemitraan strategis dengan Kadin.

"Produk-produk usaha milik pesantren diharapkan tidak hanya berkembang secara internal, tetapi juga mampu terserap oleh ekosistem bisnis lokal, seperti sektor perhotelan di Kota Palu lewat kemitraan strategis bersama Kadin," katanya.

Sumber: