Prabowo Perintahkan BRIN Percepat Riset Strategis, dari Vaksin Malaria hingga Energi Limbah Sawit

Prabowo Perintahkan BRIN Percepat Riset Strategis, dari Vaksin Malaria hingga Energi Limbah Sawit

Presiden Prabowo Subianto.-Foto: BPMI Sekretariat Presiden-

 

Jakarta, Disway.id - Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat pengembangan berbagai riset strategis yang berpotensi menjawab persoalan nasional. Pemerintah mendorong hasil penelitian tidak berhenti pada tahap pengembangan, tetapi juga dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan arahan Presiden tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengembangan energi alternatif, pengolahan sampah, hingga riset kesehatan.

Dalam penanganan karhutla, BRIN bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta TNI Angkatan Udara. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui penggunaan dry ice dan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

“Kegiatan ini sudah berlangsung. Alhamdulillah, sejumlah wilayah pun sudah mengalami hujan. Ini merupakan berkah yang patut kita syukuri,” ujar Arif dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/10).

Selain langkah penanganan yang sedang berjalan, BRIN mengembangkan riset pemodelan perambatan api untuk jangka panjang. Penelitian tersebut ditujukan untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran melalui pemahaman mengenai pola penyebaran api.

BRIN Kaji Potensi Energi dari Limbah Sawit

Di bidang energi, BRIN mengkaji pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif. Salah satu potensi yang diteliti berasal dari palm oil mill effluent (POME), yakni limbah cair dari proses pengolahan kelapa sawit.

Potensi POME di Indonesia diperkirakan mencapai 229,9 juta meter kubik per tahun. Selain POME, tandan kosong kelapa sawit juga berpeluang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembangkit energi.

“Jika potensi POME dan tandan kosong kelapa sawit dimanfaatkan dan dikonversi menjadi listrik, kapasitas energi yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai 3,9 gigawatt,” ucapnya.

BRIN juga mengembangkan teknologi Metal-Organic Framework (MOF) untuk mendukung penyimpanan gas. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pemanfaatan biogas sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gas minyak cair atau LPG.

Arif menyebut nilai impor LPG mencapai sekitar Rp97 triliun per tahun. Karena itu, pengembangan teknologi penyimpanan gas dinilai berpotensi mendukung upaya diversifikasi sumber energi dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri.

Teknologi Pengolahan Sampah Didorong hingga Desa

Persoalan sampah juga menjadi salah satu fokus riset yang mendapat perhatian Presiden. BRIN akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta perguruan tinggi untuk mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah pada skala rumah tangga dan desa.

Arif mengatakan, arahan Presiden menekankan pentingnya mempercepat penerapan teknologi agar hasil riset dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

“Bapak Presiden mengarahkan agar teknologi untuk skala rumah tangga dan desa segera diimplementasikan sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan kementerian terkait diharapkan dapat memperkuat pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menangani sampah dari sumbernya.

Percepatan Riset Vaksin Malaria dan Obat Herbal

Sumber: