Garuda Indonesia Kembali Layani Rute Makassar-Palu, Terbang 4 Kali Sepekan

Garuda Indonesia Kembali Layani Rute Makassar-Palu, Terbang 4 Kali Sepekan

Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus untuk menekan harga tiket pesawat selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).-Foto: Bakom RI-

Palu, Disway.id - Akses transportasi udara antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah kembali bertambah setelah Garuda Indonesia mengaktifkan layanan penerbangan rute Makassar-Palu-Makassar.

Penerbangan tersebut beroperasi melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang berada di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan layanan penerbangan Garuda Indonesia pada rute tersebut sebelumnya berhenti beroperasi pada 27 Maret 2026. Kini, masyarakat kembali dapat memanfaatkan penerbangan langsung untuk perjalanan kedua wilayah.

Menurut Ruly, beroperasinya kembali rute Makassar-Palu menjadi perkembangan positif bagi jaringan transportasi udara di kawasan Sulawesi.

"Kami berharap layanan ini dapat mendukung perjalanan masyarakat, memperlancar aktivitas bisnis, serta membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan potensi daerah," ujarnya dilansir Antara, Sabtu (31/10/2026).

Untuk melayani rute tersebut, Garuda Indonesia menggunakan pesawat Boeing 737-800. Penerbangan dari Makassar menuju Palu menggunakan kode GA-608, sedangkan perjalanan dari Palu ke Makassar dilayani melalui penerbangan GA-609.

Jadwal penerbangan tersedia empat kali setiap pekan, yakni pada Senin, Selasa, Kamis, dan Minggu. Khusus keberangkatan dari Makassar menuju Palu, pesawat dijadwalkan lepas landas pada pukul 15.45 WITA.

Layanan perdana setelah kembali dibuka berlangsung pada Minggu (25/10). Dalam penerbangan tersebut, pesawat GA-608 membawa 113 penumpang dari Makassar menuju Palu.

Branch Manager Garuda Indonesia Makassar, Ihsan Wartadiredja, menyampaikan, pengoperasian kembali jalur penerbangan tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan transportasi antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Ia menilai keberadaan penerbangan langsung antardaerah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan. Selain itu, akses udara yang semakin baik juga berpeluang mendukung perkembangan kegiatan ekonomi dan pariwisata di kedua provinsi.

Ruly menambahkan, pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan terus mendorong perluasan jaringan penerbangan melalui kerja sama dengan maskapai serta berbagai pihak terkait.

Sebagai salah satu pintu masuk utama transportasi udara di Indonesia Timur, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berupaya menjaga ketersediaan layanan penerbangan agar sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa.

Penguatan konektivitas tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengembangan potensi wilayah.

 

Sumber: