Program MBG Jangkau 58 Juta Penerima Manfaat, Libatkan 26 Ribu Dapur dan 1 Juta Tenaga Kerja

Program MBG Jangkau 58 Juta Penerima Manfaat, Libatkan 26 Ribu Dapur dan 1 Juta Tenaga Kerja

Hari pertama program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan pasca libur Lebaran disambut antusias oleh para relawan dan petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).-Foto: Bakom RI-

Jakarta, Disway.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan perluasan jangkauan sejak pertama kali diluncurkan pada Januari 2025. Dari tahap awal yang hanya melibatkan 190 dapur percontohan dengan 570.000 sasaran, program tersebut kini telah menjangkau lebih dari 58 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Tysa Novenny, mengatakan penerima manfaat MBG mencakup anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

"Makan Bergizi Gratis dimulai pada Januari 2025 dengan 190 dapur yang melayani 570.000 penerima manfaat. Kini, lebih dari 58 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menerima Makan Bergizi Gratis," kata Tysa dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Menurut data BGN, dalam kurun waktu 100 hari pelaksanaan, lebih dari 58 juta penerima manfaat telah terverifikasi secara resmi. Program ini diharapkan membantu pelajar memenuhi kebutuhan nutrisi sehingga dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih fokus.

Perluasan layanan tersebut didukung oleh jaringan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Dapur-dapur ini juga melibatkan masyarakat sekitar serta memprioritaskan penggunaan bahan pangan dari petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal.

"Mereka dilayani lebih dari 26.000 dapur yang beroperasi. Dapur MBG mempekerjakan warga sekitar dan mengutamakan bahan dari petani, peternak, dan UMKM setempat," tutur Tysa.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 26.723 dapur telah terverifikasi dari target keseluruhan 27.485 dapur SPPG. Operasional jaringan tersebut turut menyerap sekitar 1,03 juta tenaga kerja aktif dari masyarakat setempat.

Selain membuka lapangan pekerjaan, pelaksanaan MBG juga melibatkan 80.315 pemasok lokal. Sebanyak 82,83 persen di antaranya merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Keterlibatan pemasok lokal tersebut menjadi bagian dari rantai pasok program yang turut membuka peluang ekonomi bagi pedagang, kelompok tani, dan peternak di daerah.

Dari sisi pembiayaan, realisasi anggaran program MBG pada 2026 tercatat mencapai Rp165 triliun. Melalui langkah efisiensi dan pengelolaan anggaran, pemerintah disebut berhasil mengembalikan dana sebesar Rp44 triliun ke kas negara.

Di samping perluasan layanan, BGN juga mengingatkan pentingnya menjaga mutu dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program. Sekolah dan orang tua diminta segera mengambil langkah apabila anak mengalami gejala medis setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Jika kondisi tersebut terjadi, keluarga diminta membawa anak ke puskesmas terdekat dan melaporkan kejadian kepada pihak sekolah agar dapat segera ditindaklanjuti.

Sumber: