BNPB Prioritaskan Penanganan Karhutla di Lima Provinsi, Mana saja?
Pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla di beragai daerah dengan mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).-Foto: BNPB-
Jakarta, Disway.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalihkan prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke lima provinsi, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Langkah tersebut dilakukan seiring perubahan pola persebaran kebakaran yang terjadi di sejumlah daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut lima provinsi yang menjadi prioritas saat ini adalah Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Kalimantan Timur.
Prioritas tersebut berbeda dengan periode sebelumnya, ketika penanganan karhutla difokuskan pada enam provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
"Kita lihat sekarang kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saat ini polanya sudah berubah sekali," ujar Berton dikutip, Senin (2/11/2026).
Berton menyampaikan, kebakaran di lima provinsi prioritas terbaru itu telah berdampak pada lahan seluas 1.410 hektare (ha). Papua Selatan mencatat area terdampak paling luas, yakni 502 ha.
Sementara itu, luas lahan terdampak di Sulawesi Tengah mencapai 295 ha, Sulawesi Tenggara 257 ha, Maluku 182 ha, dan Kalimantan Timur 174 ha.
Untuk mendukung percepatan pemadaman, pemerintah mengerahkan 58 unit pesawat dan helikopter. Armada tersebut digunakan untuk menunjang operasi pemadaman dari udara atau *water bombing* serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 unit merupakan armada BNPB, 15 unit berasal dari TNI, sedangkan empat unit lainnya merupakan dukungan pemerintah daerah dan dunia usaha.
Berton menjelaskan, jumlah armada berkurang satu unit setelah pesawat atau helikopter yang sebelumnya bertugas di Jawa Timur ditarik. Penarikan dilakukan karena kondisi kebakaran di wilayah tersebut dinilai relatif kondusif.
Meski demikian, armada yang masih tersedia tetap disiagakan untuk menghadapi kemungkinan perubahan situasi di lapangan.
“Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, baik untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) maupun water bombing, kami akan segera melaksanakan kegiatan tersebut,” katanya.
Selain mengandalkan pemadaman melalui udara, pemerintah juga menjalankan OMC dengan menyemai natrium klorida (NaCl) dan es kering (dry ice) guna mendukung penanganan karhutla.
Pada 29 Oktober 2026, BNPB telah melaksanakan 17 sorti OMC dengan total bahan semai mencapai 23.900 kilogram (kg). Kegiatan tersebut masih difokuskan di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.
Menurut Berton, pelaksanaan OMC turut membantu memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Adapun di Sumatera Selatan, hujan yang turun memiliki intensitas sangat ringan hingga ekstrem.
Sumber: