Wakil Gubernur Sulteng Lantik Kepengurusan Baru BAZNAS Periode 2025-2030 untuk Perkuat Pengelolaan Zakat

Rabu 26-11-2025,21:31 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Palu, Disway.id - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2025–2030 di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Selasa, 25 November 2025. Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu meningkatkan tata kelola zakat di daerah.

Susunan pimpinan BAZNAS Sulteng ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 400.871/420/Ro.Kesra-G.ST/2025, dengan Hatamuddin Tamrin sebagai Ketua, didampingi Ashari sebagai Wakil Ketua I; Hasan Lasiata, Wakil Ketua II; Bahran, Wakil Ketua III; serta Masdiana H. Ain, Wakil Ketua IV.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Novalina, Hj. Dahlia Syuaib, dan jajaran pejabat terkait.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur dr. Reny menekankan peran zakat sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan sosial. Ia menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Pengelolaan zakat yang terukur akan memperkuat upaya pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan dan memperluas keadilan sosial di Sulawesi Tengah,” ujar Wagub.

Dr. Reny juga mengapresiasi kinerja pimpinan BAZNAS periode sebelumnya yang telah memberikan kontribusi signifikan, namun menekankan bahwa kepengurusan baru perlu menghadirkan standar kerja yang lebih kuat, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia meminta seluruh program BAZNAS difokuskan pada kebutuhan mendesak, termasuk penguatan ekonomi masyarakat kurang mampu. Program-program yang sudah berjalan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, perkawinan massal untuk legalitas kependudukan, sunatan massal, pengobatan gratis, dan dukungan ekonomi bagi warga rentan, diminta untuk tetap dilanjutkan.

Wagub juga menyoroti pentingnya legalitas kependudukan sebagai syarat akses bantuan pemerintah. Program perkawinan massal BAZNAS, menurutnya, bukan sekadar seremoni, tetapi solusi nyata bagi warga yang kesulitan memperoleh dokumen resmi untuk mendapatkan bantuan sosial.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen memperkuat sinergi dengan BAZNAS dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem dan memberdayakan masyarakat. Seluruh program pemerintah, mulai dari Asta Cita Presiden RI hingga program unggulan Provinsi, 9 BERANI, diminta bergerak sejalan dan saling melengkapi.

Wagub juga menekankan pentingnya nilai spiritualitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Melalui Program BERANI Berkah, pemerintah provinsi kembali membiasakan penghentian aktivitas kantor saat waktu sholat sebagai bentuk implementasi nilai religius dalam birokrasi.

Kategori :

Terpopuler