Ribuan Jemaah Umrah Dipulangkan Imbas Konflik Timur Tengah, Pemerintah Bergerak Cepat

Rabu 18-03-2026,16:26 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Jakarta, Disway.id - Sebanyak 2.248 jemaah umrah Indonesia berhasil dipulangkan ke Tanah Air setelah terdampak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Proses pemulangan ini difasilitasi oleh pemerintah melalui Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah.

Pemantauan intensif dilakukan selama 15–16 Maret 2026, dengan keberangkatan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah serta Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz di Madinah.

Pada 15 Maret, sebanyak 541 jemaah dipulangkan. Jumlah tersebut meningkat tajam keesokan harinya, dengan 1.707 jemaah kembali ke Indonesia. Pemulangan dilakukan menggunakan berbagai maskapai, termasuk Garuda Indonesia, Lion Air, Saudia Airlines, Turkish Airlines, Emirates, dan Qatar Airways.

Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pengawasan ketat demi memastikan keselamatan jemaah.

"Kami melakukan monitoring secara intensif di seluruh area layanan jemaah umrah untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar. Fokus kami tidak hanya pada aspek transportasi, tetapi juga merespons cepat setiap kendala yang dihadapi jemaah di lapangan, termasuk masalah akomodasi dan pelindungan jemaah pasca insiden tertentu," ujarnya.

Secara keseluruhan, sejak 28 Februari hingga 16 Maret 2026, sebanyak 28.170 jemaah umrah Indonesia telah difasilitasi kepulangannya melalui berbagai penerbangan dari Jeddah dan Madinah.

Pemerintah juga mengingatkan seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk tetap menjalankan tanggung jawab secara profesional, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan jemaah ke daerah asal.

Selain itu, para jemaah diimbau tetap tenang dan segera melapor melalui jalur resmi apabila menghadapi kendala selama berada di Tanah Suci.

Kategori :