73 Persen Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra Sudah Pulih, Pemerintah Fokus Sisa Daerah

Rabu 25-03-2026,18:35 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Jakarta, Disway.id – Pemerintah menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera kini telah kembali pulih. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa 38 dari total 52 kabupaten/kota terdampak sudah berstatus normal.

Wilayah yang terdampak tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dengan capaian tersebut, sekitar 73 persen daerah telah kembali menjalankan aktivitas masyarakat secara normal.

"Kalau ditotal, dari 52 kabupaten/kota yang terdampak, 38 di antaranya sudah kembali normal," ujar Tito dalam konferensi pers, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, penilaian status normal dilakukan berdasarkan lima indikator utama, yaitu berjalannya pemerintahan, normalnya layanan publik, akses jalan yang kembali terbuka, aktivitas ekonomi masyarakat yang pulih, serta fungsi rumah ibadah yang kembali berjalan.

Dari hasil evaluasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, sebanyak 13 kabupaten/kota di Sumatra Barat, 10 di Aceh, dan 15 di Sumatra Utara telah memenuhi seluruh kriteria tersebut.

Selain itu, terdapat tiga daerah yang saat ini berada pada tahap mendekati normal, yakni Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Bener Meriah.

"Di Bener Meriah sebenarnya mendekati normal, namun di sana masih ada masalah. Itu pasti kami akan berikan perhatian," jelasnya.

Pemerintah juga menaruh fokus khusus pada 11 kabupaten/kota yang masih membutuhkan penanganan lebih lanjut akibat kerusakan yang cukup berat. Beberapa wilayah yang menjadi prioritas antara lain Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Pidie Jaya, yang masih menghadapi persoalan genangan lumpur serta kerusakan infrastruktur jalan.

Selain itu, upaya pemulihan juga dilakukan di Kabupaten Tapanuli Tengah melalui pembangunan sabo dam guna mengendalikan aliran sungai dan mencegah potensi bencana lanjutan.

"Jadi ada 11 (kabupaten/kota) yang kita akan fokus untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di situ," pungkasnya.

Kategori :