Palu, Disway.id - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengarusutamaan kesetaraan gender serta perlindungan perempuan dan anak melalui partisipasi dalam konsolidasi nasional yang diselenggarakan Kementerian Agama.
Ketua PSGA UIN Datokarama, Dr Muthia mengatakan, keterlibatan pihaknya dalam forum tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus komitmen akademik untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.
"Kami berkomitmen ikut memperkuat arus utama kesetaraan gender dan perlindungan anak," kata Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Datokarama Dr Muthia dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu, dilansir Antara, Sabtu (4/6/2026).
Muthia menjelaskan, keikutsertaan PSGA UIN Datokarama dalam kegiatan konsolidasi nasional yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di Cirebon pada 30 Juni hingga 3 Juli 2026 menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program kerja, berbagi praktik terbaik, serta merumuskan strategi penanganan berbagai isu terkait perempuan dan anak.
Menurutnya, isu gender dan perlindungan anak tidak lagi dapat dipandang semata sebagai kajian akademik, melainkan harus menjadi perhatian bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.
"Isu gender dan anak bukan lagi sekadar wacana akademis di ruang kelas, ini adalah tanggung jawab moral. Kami jemput bola untuk membawa pulang strategi terbaik demi menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, aman, dan ramah anak di Sulawesi Tengah," ucapnya.
Dia mengatakan, UIN Datokarama sebagai perguruan tinggi keagamaan di Sulawesi Tengah membawa misi untuk mengadopsi berbagai model penanganan isu gender yang terintegrasi dan menerapkannya di tingkat daerah.
Selain itu, forum konsolidasi nasional tersebut juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kerja sama dengan kementerian, lembaga perlindungan anak, serta PSGA dari berbagai daerah guna memperkuat kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
"Kami berharap hasil konsolidasi nasional dapat segera diimplementasikan dalam bentuk kebijakan lokal kampus, sehingga UIN Datokarama mampu menjadi pionir perguruan tinggi yang responsif gender dan ramah anak di Indonesia Timur," tutur Muthia.
Ia menambahkan, forum konsolidasi nasional juga menekankan pentingnya upaya pencegahan kekerasan seksual serta penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan edukasi terkait pencegahan kekerasan.