Palu, Disway.id - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kakanwil Ditjenpas Sulteng) Herman Mulawarman meminta delapan pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tugas dan wilayah kerja masing-masing. Pesan tersebut disampaikan Herman dalam pelantikan pejabat manajerial dan nonmanajerial di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sulteng, Kamis (13/8/2026).
Delapan pejabat yang dilantik terdiri atas Andar Saenur Warikas sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi, Mohamad Rifki sebagai Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIA Palu, serta Ramadhan L. sebagai Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Palu.
Selain itu, Syarief Hidayatullah dan Abdul Munir Rumbruren dilantik sebagai Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama pada Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu. Zaki Difa Taqiyuddin dipercaya sebagai Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Pertama pada Lapas Kelas III Parigi, Afif Makki pada Lapas Kelas III Kolonodale, serta Willy Wilara pada Rutan Kelas IIB Donggala.
Herman menilai rotasi, mutasi, maupun promosi merupakan bagian dari proses penyegaran organisasi dan pengembangan karier pegawai. Kepercayaan yang diberikan melalui jabatan baru, kata dia, harus dibuktikan melalui integritas dan kinerja.
“Rotasi, mutasi, dan promosi merupakan bagian dari penyegaran organisasi, pembinaan karier, sekaligus bentuk kepercayaan pimpinan atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan. Kepercayaan ini harus dijawab dengan integritas, tanggung jawab, dan kinerja terbaik,” kata Herman dikutip dari laman Resmi Ditjenpas.
Dalam kegiatan tersebut turut dilakukan serah terima tugas dari Plt Kepala Lapas Kelas III Parigi I Wayan Widana kepada pejabat baru, Andar Saenur Warikas.
Herman menyampaikan apresiasi atas kontribusi I Wayan Widana selama menjalankan tugas sebagai pimpinan Lapas Parigi. Ia menilai masa transisi kepemimpinan dapat dilalui dengan baik, terutama dalam menjaga tata kelola dan kondisi keamanan.
“Terima kasih atas kerja keras, kepemimpinan, dan pengabdian yang telah diberikan. Selama proses transisi kepemimpinan, tata kelola dan kondusivitas di Lapas Parigi dapat berjalan dengan sangat baik. Ini merupakan fondasi yang harus dilanjutkan oleh pejabat berikutnya,” kata Herman.
Sementara kepada pejabat yang baru mendapat amanah, Herman meminta agar tidak membutuhkan waktu lama untuk memahami kondisi wilayah tugas. Ia juga mendorong para pejabat membangun komunikasi dengan internal organisasi maupun pemangku kepentingan di daerah.
“Segera lakukan konsolidasi, pahami karakteristik wilayah kerja, dan jangan bekerja sendiri. Perkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat. Pastikan kehadiran pemasyarakatan memberikan manfaat dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” pinta Herman.
Andar Saenur Warikas menyatakan siap meneruskan berbagai program dan hal positif yang telah berjalan di Lapas Parigi. Ia juga berkomitmen memperkuat koordinasi dan kekompakan seluruh jajaran.
“Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab yang harus saya jawab dengan dedikasi dan kerja nyata. Saya akan melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun, menjaga keteladanan, serta memperkuat dukungan dan kekompakan seluruh jajaran untuk bersama-sama meningkatkan kinerja Lapas Parigi,” ungkap Andar.
Pelantikan delapan pejabat tersebut diharapkan dapat memberikan penyegaran sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah. Konsolidasi internal dan penguatan kerja sama dengan berbagai pihak menjadi salah satu kunci agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.