OMC Karhutla Kalimantan Terus Digenjot, Armada Udara Ditambah

Jumat 21-08-2026,17:02 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

“Penambahan armada diharapkan meningkatkan jangkauan operasi, khususnya pada lokasi yang sulit diakses dan membutuhkan pembasahan dari udara. Namun, pengerahan armada tetap harus mempertimbangkan jarak pandang, kondisi asap, cuaca, serta standar keselamatan penerbangan,” jelas Ristianto.

Kendati demikian, asap tebal yang muncul dalam dua hari terakhir menjadi kendala bagi operasi udara. Kondisi tersebut terutama terjadi di sekitar Jabiren, Tanjung Taruna, hingga kawasan Taman Nasional Sebangau.

Jarak pandang yang terbatas membuat pilot kesulitan melihat sasaran maupun jalur penerbangan. Karena alasan keselamatan, helikopter tidak dapat dipaksakan beroperasi apabila kondisi visual tidak memenuhi standar.

“Dalam kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan, helikopter tidak dapat dipaksakan menjangkau lokasi pemadaman,” ujarnya.

Pemerintah memastikan keterbatasan operasi udara tidak menghentikan penanganan karhutla. Ketika kondisi awan belum memungkinkan OMC atau jarak pandang belum aman untuk water bombing, satgas darat tetap melakukan pemadaman, penyekatan, pembasahan, pendinginan, serta penjagaan di kawasan rawan.

“Strategi operasi terus disesuaikan berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” pungkas Ristianto.

Kategori :

Terpopuler