Operasi Madago Raya Resmi Berakhir, Polda Sulteng Pastikan Keamanan Tetap Terjaga
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Endi Sutendi.-Foto: Humas Polda Sulteng-
Palu, Disway.id - Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Endi Sutendi menyampaikan, Operasi Madago Raya di Sulteng sudah resmi dihentikan terhitung sejak 31 Desember 2025.
“Berakhirnya Operasi Madago Raya merupakan bagian dari evaluasi strategis Polri dalam penanganan keamanan di wilayah Sulawesi Tengah,” ujar Endi Sutendi di Palu, Kamis, 1 Januari 2026.
Ia menegaskan, penghentian operasi khusus tersebut tidak serta-merta menghentikan upaya pengamanan dan pemeliharaan stabilitas keamanan. Menurutnya, kepolisian tetap menempatkan keamanan masyarakat sebagai prioritas utama.
Operasi Madago Raya sendiri merupakan kelanjutan dari Operasi Tinombala yang sejak 1 Januari 2021 mengalami perubahan nama dan pendekatan. Transformasi ini menandai strategi Polri yang lebih menitikberatkan pada langkah pencegahan, pembinaan, serta pelibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan.
Endi menekankan bahwa berakhirnya operasi tidak berarti aktivitas patroli dan pengamanan ikut dihentikan. Seluruh jajaran Polres di Sulawesi Tengah tetap menjalankan pengamanan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan dukungan penuh dari Polda Sulteng.
Wilayah-wilayah yang sebelumnya menjadi fokus Operasi Madago Raya, lanjut Endi, tetap berada dalam pengawasan kepolisian. Namun, pola pengamanan akan disesuaikan dengan kondisi keamanan yang dinilai semakin kondusif.
“Poso tetap menjadi atensi dengan melakukan KRYD, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif hingga penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran ataupun tindak pidana terorisme,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan dan pengawasan secara berkelanjutan terus dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan, khususnya di Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Tojo Una-Una, serta wilayah Sulawesi Tengah secara umum.
Dia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan agar situasi kamtibmas tetap kondusif.
Selain itu, Endi mengungkapkan bahwa program deradikalisasi sepanjang 2025 menunjukkan hasil positif. Sekitar seratus eks narapidana terorisme beserta simpatisannya dilaporkan telah kembali menyatakan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Keamanan tidak bisa hanya diserahkan kepada Polri semata. Peran aktif masyarakat sangat penting agar situasi Sulawesi Tengah tetap aman, damai, dan kondusif,” katanya.
Sumber: