Pemprov Sulteng Gelar Tabligh Akbar Sambut 2026, Gubernur Ajak Warga Rayakan Tahun Baru dengan Doa

Pemprov Sulteng Gelar Tabligh Akbar Sambut 2026, Gubernur Ajak Warga Rayakan Tahun Baru dengan Doa

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menggelar Tabligh Akbar dan dzikir bersama masyarakat saat malam pergantian tahun 2026. -Foto: Antara-

Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menggelar Tabligh Akbar dan dzikir bersama masyarakat saat malam pergantian tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu, Rabu malam.

“Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian, malam ini kita berkumpul di rumah Allah untuk berdoa bersama. Kita memohon agar Sulawesi Tengah senantiasa dalam lindungan-Nya, aman, damai, dan rukun, sekaligus mendoakan saudara-saudara kita yang sedang diuji agar diberi kekuatan lahir dan batin,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid dikutip, Jumat (2/1/2026).

Tabligh Akbar tersebut menghadirkan penceramah Ustadz Ruslan Demanto. Acara ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah ke-2 Bandjela Paliudju, Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sekretaris Daerah Novalina, unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, serta ribuan jamaah dari Kota Palu dan sejumlah daerah sekitar.

Gubernur Anwar Hafid menjelaskan, sejak awal pemerintah provinsi telah mengimbau agar perayaan malam pergantian tahun dilaksanakan secara sederhana dan sarat empati. Imbauan ini, menurutnya, merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi proses pemulihan pascabencana, sebagaimana Sulawesi Tengah pernah mengalaminya pada 2018.

Ia juga menyampaikan bahwa sebelum mengikuti Tabligh Akbar, dirinya bersama Kapolda Sulawesi Tengah melakukan patroli untuk memastikan kondisi keamanan Kota Palu. Gubernur mengaku bersyukur karena situasi terpantau kondusif dan relatif tenang, yang dinilainya mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menyambut tahun baru dengan cara yang lebih bermakna.

Anwar Hafid mengapresiasi antusiasme warga yang secara sadar memilih menghabiskan malam pergantian tahun di masjid, alih-alih merayakannya dengan euforia di luar ruang seperti yang lazim terjadi sebelumnya. Ia menilai, momen tersebut menjadi refleksi spiritual penting untuk menyongsong tahun baru dengan niat dan semangat yang lebih baik.

Sementara itu, dalam tausiah yang disampaikannya, Ustadz Ruslan Demanto mengajak jamaah menjadikan pergantian tahun sebagai sarana introspeksi diri. Ia mengingatkan bahwa apa pun jabatan dan kedudukan seseorang, pada hakikatnya tetaplah seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Menurut Ustadz Ruslan, Allah SWT kerap menguji manusia melalui harta dan kekuasaan. Tidak sedikit orang yang berubah sikap ketika merasa berada di posisi tinggi, hingga melupakan sikap rendah hati dan adab terhadap sesama.

“Kalau ingin hidup tenang dan bahagia, jangan pernah merasa ‘ada’ atau ingin selalu dianggap ada. Ketika seseorang sudah merasa tinggi, sering kali cara bicara, sikap, dan perilaku berubah, dan itu tidak disukai oleh Allah,” pesannya.

Kegiatan Tabligh Akbar dan dzikir bersama tersebut berlangsung hingga menjelang detik-detik pergantian tahun. Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta harapan agar Sulawesi Tengah dan seluruh bangsa senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT di tahun yang baru.

Sumber:

Berita Terkait