Kanwil Kemenkum Sulteng Perkuat Peran Tenaga Outsourcing untuk Tingkatkan Mutu Layanan Publik
Kanwil Kemenkum Sulteng terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui optimalisasi peran tenaga outsourcing.-Foto: Kanwil Kemenkum Sulteng-
Palu, Disway.id - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui optimalisasi peran tenaga outsourcing. Mulai dari helpdesk, petugas keamanan, office boy, hingga pengemudi, seluruhnya diposisikan sebagai garda terdepan dalam mendukung kelancaran layanan hukum.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan penguatan mekanisme kerja serta penetapan target kinerja tenaga outsourcing yang dilaksanakan di Ruang Garuda, Selasa (6/11/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Kemenkum Sulteng, Muhammad Wahab Marawali.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Kerja Kepegawaian dan Tata Usaha Abraham Hariyanto, jajaran tim terkait, serta seluruh tenaga outsourcing di lingkungan Kanwil Kemenkum Sulteng.
Dalam arahannya, Muhammad Wahab Marawali menegaskan bahwa tenaga outsourcing memiliki posisi strategis dalam menjamin kelancaran dukungan teknis layanan, baik yang berhubungan langsung dengan masyarakat maupun yang bersifat internal. Karena itu, pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme kerja, standar pelayanan, dan target kinerja sepanjang tahun 2026 menjadi hal yang mutlak.
“Helpdesk bukan sekadar pendukung teknis, tetapi bagian penting dari wajah pelayanan Kementerian Hukum. Kecepatan, ketepatan, dan sikap profesional menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pengguna layanan,” tegas Wahab.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembahasan difokuskan pada penyelarasan sistem kerja, mencakup alur penanganan layanan, koordinasi antarunit, serta penguatan disiplin dan tanggung jawab. Selain itu, target kinerja outsourcing tahun 2026 juga ditetapkan untuk mendukung transformasi layanan hukum yang semakin responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kepegawaian dan Tata Usaha, Abraham Hariyanto, menambahkan bahwa penguatan peran tenaga outsourcing merupakan bagian dari pembinaan sumber daya manusia pendukung agar mampu bekerja secara adaptif, kolaboratif, dan berorientasi hasil.
“Kami mendorong agar seluruh tenaga helpdesk memahami peran masing-masing, menjaga etika kerja, serta aktif meningkatkan kompetensi demi mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menyampaikan apresiasi atas kontribusi tenaga outsourcing yang selama ini telah mendukung pelayanan hukum di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, optimalisasi kinerja tenaga outsourcing menjadi elemen penting dalam mewujudkan layanan hukum yang profesional, cepat, dan berfokus pada kepuasan masyarakat.
“Pelayanan hukum yang berkualitas tidak hanya ditopang oleh regulasi dan kebijakan, tetapi juga oleh dukungan teknis yang andal. Saya berharap seluruh tenaga outsourching dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta terus meningkatkan kualitas layanan di tahun 2026,” tegas Rakhmat Renaldy.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Sulteng optimistis sinergi antara pimpinan, tim kerja, dan tenaga outsourcing akan semakin kuat, sehingga dukungan teknis layanan hukum dapat berjalan optimal dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.
Sumber: