Prabowo Ingatkan Pejabat Negara Wajib Pahami Pasal 33 UUD 1945: Tak Paham Lebih Baik Mundur

Prabowo Ingatkan Pejabat Negara Wajib Pahami Pasal 33 UUD 1945: Tak Paham Lebih Baik Mundur

Presiden Prabowo Subianto.-Foto: Setpres-

Jakarta, Disway.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tegas kepada jajaran Kabinet Merah Putih sebagai bentuk penegasan komitmen pemerintah dalam membela kepentingan rakyat. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap konstitusi, khususnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Di hadapan para menteri dan pimpinan lembaga negara, Prabowo menegaskan bahwa Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 telah secara jelas mengatur pengelolaan bumi, air, serta seluruh kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“UUD 45 Pasal 33 jelas tak usah ada penerjemah. Apa yang tidak jelas? Yang tidak paham, keluar saja dari jabatan. Segera mengundurkan diri. Banyak yang bisa gantikan saudara-saudara. Anak-anak muda yang baik-baik itu mau berjuang untuk kebaikan,” kata Prabowo saat berpidato di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Sebaliknya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para pembantunya yang dinilai telah bekerja sungguh-sungguh demi kepentingan masyarakat. Ia meyakini pengabdian tersebut akan membawa Indonesia melangkah ke arah yang lebih maju dan sejahtera.

“Terima kasih pengabdianmu. Membuat kita tambah percaya, dari hasil menuju hasil, dari kemenangan menuju kemenangan, kepercayaan diri. Indonesia mampu. Indonesia semangat. Makmur dan kemakmuran harus sungguh-sungguh di tangan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Salah satu capaian yang mendapat sorotan khusus dari Presiden adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras hanya dalam waktu satu tahun. Padahal, target awal yang dicanangkan pemerintah adalah empat tahun untuk mencapai swasembada pangan.

Atas pencapaian tersebut, Prabowo secara terbuka menyampaikan penghormatan kepada jajaran pemerintahannya. Ia mengaku kebiasaan memberi hormat kepada anak buah telah ia lakukan sejak menjadi prajurit, terutama saat merasa bangga atas dedikasi dan keberhasilan mereka, meskipun secara tradisi militer bawahanlah yang memberikan hormat kepada atasan.

“Saudara-saudara izinkanlah saya mengikuti naluri saya. Mengikuti kebiasaan saya sejak muda. Izinkan saya hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang mengabdi sehingga kita (bisa mencapai) swasembada pangan,” kata Prabowo yang kemudian turun dari podium dan memberikan gestur hormat secara langsung.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga secara resmi mendeklarasikan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan pada akhir tahun 2025. Deklarasi tersebut disampaikan bertepatan dengan pelaksanaan Panen Raya di Karawang, Jawa Barat.

Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa. Menurutnya, sebuah negara tidak dapat disebut benar-benar merdeka apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain.

Sumber: