Gubernur Anwar Hadiri Haul ke-58 Guru Tua Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri, Tekankan Pendidikan dan Akhlak

Gubernur Anwar Hadiri Haul ke-58 Guru Tua Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri, Tekankan Pendidikan dan Akhlak

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menghadiri Haul ke-58 Guru Tua Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Rabu (1/4/2026).--

Palu, Sulawesi Tengah – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menghadiri Haul ke-58 Guru Tua Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Rabu (1/4/2026). Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi kegiatan, mengikuti rangkaian acara dengan khidmat.

Gubernur Anwar mendampingi Ketua Utama Alkhairaat Alwi bin Saggaf bin Muhammad Al-Jufri dalam peringatan bertema “Meneguhkan Spirit Keteladanan Guru Tua dalam Bingkai Ilmu dan Akhlak”. Tema tersebut menegaskan pentingnya ilmu dan akhlak sebagai fondasi peradaban.

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa kehadiran jamaah bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bukti cinta yang melampaui ruang dan waktu. Ia mendorong seluruh Abnaul Khairaat untuk mewujudkan kecintaan tersebut melalui tindakan nyata, bukan hanya menghadiri haul.

“Tanda cinta kita bukan hanya hadir di haul, bukan hanya memasang foto. Tanda cinta kita adalah melanjutkan perjuangan Guru Tua,” ujar Anwar Hafid dikutip, Kamis (2/4/2026).

Anwar juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai warisan utama Guru Tua yang harus dijaga. Ia menekankan bahwa perubahan nasib bangsa hanya bisa dicapai melalui pendidikan yang kuat dan berkelanjutan, sejalan dengan roadmap pendidikan yang telah dirancang Guru Tua.

Ketua Utama Alkhairaat Alwi bin Saggaf bin Muhammad Al-Jufri menyampaikan tausiyah mengenai pengorbanan Guru Tua dalam membangun peradaban melalui dakwah dan pendidikan, termasuk perjuangannya menyebarkan dakwah ke wilayah sulit seperti Maluku Utara dan Kalimantan dengan sarana terbatas.

Selain itu, Gubernur Anwar Hafid mendorong kebijakan wajib belajar 13 tahun yang memasukkan Madrasah Diniyah Awaliyah ke dalam sistem pendidikan formal. Ia juga menyoroti kondisi guru yang menghadapi keterbatasan kesejahteraan, mendorong kepedulian masyarakat terhadap mereka.

Gubernur menekankan pentingnya penataan kawasan haul agar nyaman bagi jamaah, bekerja sama dengan Universitas Tadulako untuk desain kawasan yang lebih representatif dan sejuk.

“Kita ingin tempat ini lebih representatif, lebih sejuk, dan nyaman. Ini akan kita wujudkan bersama,” ujar Anwar Hafid.

Acara haul ini dihadiri tokoh nasional dan daerah, antara lain Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri ATR/Kepala BPN RI Nusron Wahid, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, serta berbagai tokoh nasional, anggota DPR RI, dan pejabat Forkopimda Sulawesi Tengah.

Gubernur Anwar menutup sambutannya dengan ajakan agar seluruh masyarakat bersatu melanjutkan perjuangan Guru Tua, khususnya dalam memperkuat pendidikan berbasis akhlak.

“Kalau kita benar-benar cinta Guru Tua, mari kita lanjutkan perjuangannya. Pendidikan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Sumber:

Berita Terkait