Haul ke-58 Guru Tua, Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Pendidikan Jadi Warisan yang Harus Dilanjutkan
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menghadiri Haul ke-58 Guru Tua Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Rabu (1/4/2026).--
Palu, Disway.id - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menegaskan, kecintaan terhadap ulama besar Sayyid Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua tidak cukup hanya dengan mengenang. Tetapi, sambungnya, harus diwujudkan melalui aksi nyata, khususnya dalam bidang pendidikan.
“Cinta kepada Guru Tua, Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, bukan sekadar dikenang tetapi dilanjutkan. Warisan terbesarnya adalah pendidikan, fondasi yang telah mengubah peradaban dan membentuk karakter masyarakat hingga hari ini,” kata Anwar dikutip dari Instagramnya, Jumat (3/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum Haul ke-58 Guru Tua yang menjadi ajang mengenang perjuangan sosok ulama besar yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Sulawesi Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk terus memperkuat sektor pendidikan melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah gerakan wajib sekolah selama 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan Madrasah Diniyah Awaliyah.
“Karena itu, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya terus menggaungkan gerakan wajib sekolah 13 tahun, termasuk 1 tahun Madrasah Diniyah Awaliyah. Di sanalah anak-anak kita pertama kali belajar akhlak dan adab sebagai pondasi sebelum melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya dan menghadapi masa depan,” katanya.
Menurutnya, peringatan haul bukan hanya sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan Guru Tua dalam membangun masyarakat berbasis ilmu dan akhlak.
“Hari ini kita berkumpul dalam Haul Guru Tua ke-58, mengenang jejak perjuangan seorang ulama besar yang telah meletakkan fondasi bagi kemajuan Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran Guru Tua sebagai pelopor pendidikan telah membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Sayyid Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri adalah pelopor pendidikan yang membuka jalan bagi generasi demi generasi untuk meraih masa depan. Dari beliau, kita belajar bahwa kemajuan daerah ini berdiri di atas ilmu, akhlak, dan pengabdian,” terang Anwar.
Lebih lanjut, semangat tersebut kini diteruskan melalui program “Berani Cerdas” yang menjadi salah satu fokus pembangunan daerah di bidang pendidikan.
“Semangat itulah yang kami lanjutkan melalui program Berani Cerdas. Karena bagi kami, membangun Sulawesi Tengah harus dimulai dari pendidikan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak daerah untuk belajar, tumbuh, dan kembali membawa perubahan,” pungkasnya.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Sumber: