BPBD Parigi Moutong Bangun Tanggul Darurat Pascabanjir, Ratusan KK Terdampak
BPBD menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi korban banjir.-Foto: BPBD Tolitoli/Antara-
Parigi, Disway.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bergerak cepat menangani dampak banjir dengan membangun tanggul darurat di Sungai Moutong yang jebol.
“Langkah ini bagian dari penanggulangan darurat pascabanjir, karena tanggul sungai jebol dihantam banjir,” kata Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Minggu (5/4/2026).
Untuk penanganan awal, BPBD menyalurkan berbagai material, seperti 250 geobag, 200 sandbag, serta 30 kawat bronjong yang dipasang di bantaran sungai usai meluap pada Jumat (3/4).
Selain memanfaatkan stok yang tersedia di gudang, BPBD juga mengajukan tambahan material ke Balai Wilayah Sungai (BWSS) III guna memperkuat penanganan darurat.
“Bahan banjiran yang kami distribusi merupakan stok yang ada di gudang BPBD. Relawan telah memasang tanggul darurat di Desa Pande dan Pandelalap, Kecamatan Moutong,” ujarnya.
Tak hanya itu, BPBD turut mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk melakukan normalisasi aliran sungai sekaligus memperkuat tanggul darurat.
“Paling lambat alat berat bekerja Selasa 7 April 2026. Alat berat bekerja membantu membuat tanggul darurat sebagai penahan bila debit air meningkat,” tutur Rivai.
Banjir yang terjadi pada Jumat sekitar pukul 17.00 WITA dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan tanggul Sungai Moutong jebol dan air meluap hingga ke permukiman warga, termasuk sejumlah desa di Kecamatan Taopa.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 234 kepala keluarga terdampak. Selain itu, satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan, puluhan kebun warga terendam, serta sekitar 10 hektare lahan jagung mengalami kerusakan total.
“Hingga kini relawan terus berupaya melakukan percepatan pemulihan, termasuk perbaikan fasilitas publik yang rusak akibat dampak banjir,” kata dia.
Sumber: