Kakanwil Ditjenpas Sulteng Warning Petugas Lapas

Kakanwil Ditjenpas Sulteng Warning Petugas Lapas

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman.-Foto: ditjenpas.go.id-

Palu, Disway.id - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan (Kakanwil Ditjenpas Sulteng), Herman Mulawarman, melakukan kunjungan kerja perdana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi. Dalam agenda tersebut, ia menekankan empat fokus utama yang harus menjadi perhatian seluruh jajaran, yakni peningkatan pelayanan dasar, penguatan keamanan dan ketertiban, peningkatan integritas petugas, serta pengembangan program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan.

Didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Parigi, I Wayan Widana, Herman mengawali kunjungannya dengan meninjau dapur lapas. Ia memeriksa kualitas bahan pangan, kondisi kebersihan dapur, sanitasi, perlengkapan memasak hingga menu yang diberikan kepada warga binaan. Bahkan, Herman turut mencicipi makanan guna memastikan kualitas dan kelayakannya.

Menurut Herman, penyediaan makanan yang layak merupakan hak dasar warga binaan yang wajib dipenuhi. Karena itu, kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga kebersihan dapur harus selalu memenuhi standar pelayanan.

"Pelayanan makanan bukan sekadar memenuhi kebutuhan harian, tetapi merupakan bagian dari pemenuhan hak Warga Binaan. Karena itu kualitas bahan makanan, kebersihan dapur, dan proses pengolahannya harus terus dijaga sesuai standar. Jangan pernah berkompromi terhadap kualitas pelayanan," kata Herman dilansir Antara, Sabtu (18/7/2026).

Selain meninjau fasilitas, Herman juga menyempatkan berdialog langsung dengan warga binaan di blok hunian. Ia mengajak mereka menjaga situasi yang aman dan tertib agar seluruh program pembinaan dapat berjalan secara optimal.

"Mari manfaatkan masa pembinaan ini untuk memperbaiki diri. Jika keamanan dan ketertiban terjaga, seluruh program pembinaan akan berjalan optimal dan menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," pesannya.

Dalam arahannya kepada seluruh petugas, Herman mengingatkan pentingnya menjalankan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Ia juga memberi peringatan keras agar tidak ada petugas yang terlibat penyalahgunaan narkoba, penggunaan telepon genggam ilegal, maupun praktik pungutan liar.

"Jangan pernah mempertaruhkan masa depan hanya karena narkoba, HP ilegal, atau pungli. Siapa pun yang terbukti terlibat akan ditindak tegas. Integritas adalah harga mati dalam membangun Pemasyarakatan yang profesional dan dipercaya masyarakat," tandas Herman.

Dalam kunjungan tersebut, Herman turut meninjau program pembinaan kemandirian berupa budidaya pakcoy yang dikembangkan Lapas Parigi. Ia menilai program itu bukan hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah bebas nantinya.

"Program ketahanan pangan seperti ini harus terus dikembangkan. Selain mendukung Asta Cita Presiden dan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kegiatan ini membuktikan bahwa pembinaan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat, membangun kemandirian Warga Binaan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat," ujar Herman.

Plt Kepala Lapas Parigi I Wayan Widana memastikan seluruh arahan Kakanwil akan segera ditindaklanjuti. Pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat keamanan dan ketertiban, serta mengembangkan program pembinaan sesuai potensi yang dimiliki lapas.

"Arahan Bapak Kakanwil menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Kami berkomitmen menjaga kualitas pelayanan, memperkuat keamanan, mengoptimalkan pembinaan, serta mengembangkan program ketahanan pangan agar manfaatnya semakin dirasakan warga binaan maupun masyarakat," ujar I Wayan.

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah untuk memastikan pelayanan, keamanan, serta pelaksanaan program pembinaan di Lapas Parigi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumber: