Curhat Warga Binaan Didengar, Ini Langkah Ditjenpas Sulteng
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman.-Foto: ditjenpas.go.id-
Palu, Disway.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) menggelar dialog bersama warga binaan di Lapas Kelas III Parigi sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban (kamtib) sekaligus mendukung efektivitas program pembinaan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah Herman Mulawarman mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga binaan untuk menyampaikan aspirasi, masukan, hingga berbagai kondisi yang mereka alami selama menjalani masa pidana.
“Kami di sini hadir mengajak seluruh warga binaan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Manfaatkan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya di Parigi, dilansir Antara, Minggu (19/8/2026).
Menurut Herman, komunikasi yang terbuka antara petugas pemasyarakatan dan warga binaan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan kondusif. Situasi tersebut dinilai menjadi fondasi utama bagi keberhasilan berbagai program pembinaan.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan di dalam lapas bukan semata menjadi tugas petugas, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga binaan. Dengan lingkungan yang kondusif, proses pembinaan dapat berlangsung lebih optimal sehingga para warga binaan memiliki bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
“Jika situasi lapas tetap kondusif, maka seluruh program pembinaan dapat berjalan maksimal dan manfaatnya akan dirasakan oleh kalian sendiri,” ujarnya.
Selain memberikan motivasi kepada warga binaan, Herman juga meminta jajaran Lapas Parigi terus mengedepankan pendekatan yang humanis dan komunikatif dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Ia menilai dialog yang dilakukan secara berkala mampu mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan. Di sisi lain, komunikasi tersebut juga menjadi sarana deteksi dini untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
Salah seorang warga binaan berinisial AJ mengaku mengapresiasi kesempatan berdialog langsung dengan Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah. Menurutnya, forum tersebut memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjadi penyemangat dalam mengikuti program pembinaan.
“Kami merasa didengar dan diperhatikan. Arahan yang disampaikan menjadi motivasi bagi kami untuk menjaga ketertiban, mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sumber: