Pemprov Sulteng Modernisasi Pertanian dengan Drone dan Mesin Mekanis
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan meninjau langsung lokasi program cetak sawah tahun 2025 di Desa Tulo, Kabupaten Sigi.-Foto: sultengprov.go.id-
Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mulai memperluas penggunaan teknologi modern untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian. Pemanfaatan drone dan berbagai mesin pertanian ditujukan untuk membuat kegiatan budidaya hingga panen menjadi lebih efisien.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan, teknologi drone dapat dimanfaatkan untuk membantu petani melakukan pemupukan dan penyemprotan pada area pertanian dengan cakupan luas. Penggunaan teknologi tersebut dinilai dapat mempermudah pekerjaan sekaligus menghemat waktu dalam proses perawatan tanaman.
"Pertanian tidak boleh terus identik dengan cara-cara tradisional. Saat ini pemerintah mendorong penggunaan teknologi mulai dari traktor, mesin panen, hingga drone untuk penyemprotan," kata Anwar di Palu, dilansir dari Antara, Rabu (30/9/2026).
Menurut Anwar, penerapan teknologi pertanian presisi melalui Brigade Pertanian menjadi bagian dari upaya mempercepat kegiatan produksi di lapangan. Modernisasi tersebut juga diarahkan untuk mengubah pola kerja petani agar semakin efektif dalam menghadapi kebutuhan produksi pertanian.
Dukungan pemerintah daerah diberikan melalui penyediaan sejumlah peralatan dan sarana produksi pertanian bagi kelompok tani. Bantuan tersebut antara lain berupa mesin pemanen padi combine harvester, traktor roda dua dan roda empat, serta bibit padi unggul.
"Tentunya pemerintah daerah juga mendukung pemanfaatan teknologi dalam pertanian dengan memberikan bantuan mesin pemanen padi combine harvester, traktor roda dua dan roda empat, serta bibit unggul padi kepada kelompok tani," katanya.
Anwar menilai penggunaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan ketersediaan pupuk dan kepastian harga gabah yang diterima petani. Ketiga aspek tersebut dinilai saling mendukung dalam menciptakan sistem produksi pertanian yang lebih efisien.
"Jadi dengan pemanfaatan teknologi ini bisa menekan biaya operasional dan mempercepat masa tanam hingga panen di Sulawesi Tengah," ujar dia.
Pemprov Sulawesi Tengah pada 2026 menargetkan produktivitas padi mencapai enam ton per hektare. Pemanfaatan teknologi pertanian modern diharapkan dapat membantu petani mencapai target tersebut sekaligus meningkatkan hasil produksi di daerah.
Sumber: