Masjid Raya Baitul Khairat Jadi Contoh Proyek Multiyears yang Direkomendasikan KPK

Masjid Raya Baitul Khairat Jadi Contoh Proyek Multiyears yang Direkomendasikan KPK

Masjid Raya Baitul Khairat di Kota Palu, Sulawesi Tengah.-Foto: Tangkapan Layar IG Faktasulteng-

Palu, Disway.id - Masjid Raya Baitul Khairat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, menjadi salah satu proyek kontrak tahun jamak yang direkomendasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai model pelaksanaan pembangunan yang efektif.

"Kami mendapat arahan dari KPK agar mempelajari pelaksanaan proyek multiyears di Sulawesi Tengah sebagai referensi," kata Inspektur Inspektorat Sulawesi Selatan Marwan Mansyur di Palu, Kamis, 27 November 2025.

Pernyataan itu disampaikan saat tim benchmarking Pemprov Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mempelajari keberhasilan daerah tersebut dalam mengelola proyek infrastruktur melalui skema multiyears.

Marwan menjelaskan bahwa Pemprov Sulsel tengah menyiapkan sejumlah paket pekerjaan tahun jamak dengan total anggaran sekitar Rp3,7 triliun. Program tersebut mencakup pembangunan jalan, irigasi, hingga rumah sakit regional. Ia menilai kerja sama dan pertukaran pengalaman dengan Sulteng penting agar proses perencanaan, penganggaran, serta pengawasan dapat berjalan lebih baik.

"Kami berharap dukungan dan keterbukaan informasi dari Sulawesi Tengah," ujarnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulteng, Fahrudin, menyampaikan bahwa pertukaran informasi seperti ini menjadi kunci untuk memastikan proyek tahun jamak dilaksanakan secara transparan serta akuntabel.

Sulteng memang menjadi salah satu daerah rujukan KPK karena keberhasilannya menyelesaikan beberapa proyek strategis melalui skema multiyears, termasuk pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat di Palu.

Masjid yang sebelumnya bernama Masjid Agung Darussalam itu rusak parah akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada September 2018.

Fahrudin memaparkan bahwa pembangunan masjid dilakukan melalui tahapan panjang, mulai dari penyelenggaraan sayembara desain pada 2020, penyusunan DED pada 2021, hingga pelaksanaan konstruksi yang berlangsung dari 2023 sampai 2025.

"Proyek ini melibatkan banyak pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Polda Sulawesi Tengah, serta akademisi Universitas Tadulako," ungkapnya.

Kini Masjid Raya Baitul Khairat telah memiliki kapasitas sekitar 10.000 jemaah, terdiri dari 8.000 laki-laki dan 2.000 perempuan. Salat Jumat perdana dijadwalkan pada 28 November 2025, kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar dan peresmian masjid raya pada 4 Desember 2025.

Sumber: