LPKA Palu Perkuat Pembinaan Moral Anak Binaan Lewat Program Rohani

LPKA Palu Perkuat Pembinaan Moral Anak Binaan Lewat Program Rohani

Kanwil Ditjenpas Sulteng terus memperkuat pembinaan moral bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu sebagai upaya membentuk karakter yang lebih baik.-Foto: ANTARA/HO-Kanwil Ditjenpas Sulteng-

Palu, Disway.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) terus memperkuat pembinaan moral bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu sebagai upaya membentuk karakter yang lebih baik.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan mengatakan, pembinaan rohani menjadi salah satu fokus utama dalam proses pembinaan di lembaga tersebut.

“Pembinaan rohani menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran diri. Anak-anak ini tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” katanya di Palu, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa pembinaan berbasis spiritual tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga berperan dalam membentuk perubahan sikap dan pola pikir anak binaan.

Program ini, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi pembinaan terpadu yang menekankan perubahan perilaku sekaligus penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan sebagai bekal ketika kembali ke lingkungan sosial.

Kegiatan pembinaan rohani dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan petugas serta pembina keagamaan di dalam LPKA Kelas II Palu.

Ditjenpas Sulteng menargetkan agar para anak binaan tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga memiliki kesiapan moral dan mental yang memadai untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masyarakat.

Sementara itu, Kepala LPKA Palu, Welli, menyebutkan bahwa program pembinaan rohani mulai menunjukkan hasil yang positif.

Hingga saat ini, tujuh anak binaan dilaporkan telah berhasil khatam Al-Qur’an sebagai bagian dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Ada tujuh anak binaan yang sudah khatam Al Quran. Ini bukan sekadar capaian, tetapi bagian dari proses perubahan yang kami lihat langsung, baik dari kedisiplinan maupun sikap mereka sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui pendampingan intensif serta pendekatan personal kepada para anak binaan.

Program pembinaan rohani ini merupakan bagian dari pendekatan terpadu yang menggabungkan aspek mental, spiritual, dan sosial, dengan harapan mampu membentuk pribadi yang lebih matang.

Dengan demikian, diharapkan anak binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga siap kembali ke masyarakat dengan perubahan perilaku serta kondisi mental yang lebih baik.

Sumber: