BPBD Catat 83 Rumah Warga Terdampak Banjir di Dua Kelurahan Kota Palu

BPBD Catat 83 Rumah Warga Terdampak Banjir di Dua Kelurahan Kota Palu

Ilustrasi: Banjir di Parigi Moutong (Pamong).-Foto: Antara-

Palu, Disway.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat puluhan rumah warga terdampak banjir yang melanda Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan Baiya, Kota Palu, Minggu, 11 Januari 2026.

“Di kawasan area flyover, Kelurahan Pantoloan, sebanyak 45 unit rumah warga terdampak. Sementara di Kelurahan Baiya, sebanyak 38 unit rumah, satu unit sekolah, dan satu unit pasar terdampak,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto dalam laporannya dilansir dari Antara, Selasa (13/1/2026).

Peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 11.35 WITA dan dipicu oleh meluapnya aliran sungai dari Desa Labuan akibat tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut.

Asbudianto menyampaikan, dampak banjir memaksa empat kepala keluarga (KK) di Kelurahan Baiya mengungsi secara mandiri. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Ia menambahkan, saat ini tim gabungan masih melakukan pembersihan di kawasan permukiman guna memastikan kondisi lingkungan kembali aman bagi warga.

"Air sudah surut dan situasi kini terkendali. Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan pembersihan di area terdampak untuk memastikan keamanan warga,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa kebutuhan logistik masih menjadi prioritas utama bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Sementara itu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar segera mengambil langkah cepat dalam penanganan pascabencana.

Arahan tersebut mencakup penyediaan tenda darurat bagi warga terdampak, pendirian dapur umum, serta pengurusan administrasi penting milik warga, termasuk dokumen pendidikan seperti ijazah.

“Pemerintah Kota Palu berkomitmen untuk terus melakukan langkah tanggap darurat sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang guna meminimalisasi risiko banjir di Kecamatan Tawaeli dan sekitarnya,” katanya.

Selain itu, Wali Kota Palu bersama jajaran terkait juga turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak, mulai dari permukiman warga di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, kawasan Danau Sibili, hingga lokasi lain yang mengalami dampak cukup parah. Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab banjir, termasuk kondisi drainase, aliran air, serta lingkungan sekitar.

“Kita identifikasi dengan baik, jangan bekerja setengah-setengah, supaya pekerjaan bisa langsung menyeluruh. Kalau tidak sekaligus, dikhawatirkan akan ada hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” ujarnya.

Sumber: