BPBD Palu Bersama Tim Gabungan Bersihkan Lumpur Sisa Banjir di Permukiman Warga

BPBD Palu Bersama Tim Gabungan Bersihkan Lumpur Sisa Banjir di Permukiman Warga

Ilustrasi: BPBD Sulawesi Tengah melaporkan sebanyak 50 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda Desa Poh, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Rabu, 29 Oktober 2025 malam.-Foto: Antara-

Palu, Disway.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Sulawesi Tengah, melakukan pendampingan kepada warga dalam membersihkan sisa genangan air dan lumpur di kawasan permukiman yang terdampak banjir.

"Air sudah surut di lokasi banjir, maka kami membantu melakukan pembersihan sisa-sisa material tersapu banjir," kata Kepala BPBD Kota Palu Presly Tampubolon dilansir dari Antara, Selasa (13/1/2026).

Presly menjelaskan, kegiatan pembersihan telah dimulai sejak Minggu (11/1/2026) sore setelah kondisi air berangsur surut. Proses tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan TNI/Polri, personel Basarnas, serta masyarakat setempat.

Kegiatan pembersihan kemudian dilanjutkan pada Senin dengan memusatkan perhatian pada pembersihan ruas jalan, khususnya di area jalan layanan atau flyover. Dalam prosesnya, petugas menggunakan alat berat dan mobil tangki penyiram.

"Kawasan jalan layang salah satu titik banjir, sisa material lumpur memupuk di badan jalan sehingga harus dibersihkan," ujarnya.

Berdasarkan data yang dirilis BPBD setempat, banjir melanda Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan Baiya di Kecamatan Tawaeli. Di Pantoloan, sekitar 20 unit rumah terdampak, sementara di Baiya tercatat 15 rumah warga serta satu bangunan sekolah mengalami dampak banjir.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu," ucap Presly.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Susik menyampaikan, pihaknya telah menyalurkan bantuan makanan siap saji bagi sekitar 1.000 jiwa yang berada di Kelurahan Pantoloan dan Baiya.

Bantuan makanan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak sebanyak tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan malam.

"Makanan sudah kami salurkan sejak hari pertama banjir. Kami memiliki tanggung jawab menyalurkan bantuan logistik kebencanaan. Penanganan bencana tidak bisa hanya dilakukan satu instansi tertentu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, ini yang diterapkan Pemkot Palu," tuturnya.

Sumber: