Perkuat Pembinaan, Lapas Luwuk Dorong Pendidikan Informal bagi Warga Binaan

Perkuat Pembinaan, Lapas Luwuk Dorong Pendidikan Informal bagi Warga Binaan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan layanan terbaik.-Foto: ditjenpas.go.id-

Luwuk, Disway.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan layanan terbaik. Komitmen tersebut tidak hanya tercermin dalam aspek pengamanan, tetapi juga diwujudkan melalui pemenuhan hak-hak dasar Warga Binaan, salah satunya dengan mengintensifkan program pendidikan informal, Rabu (14/1/2026).

Upaya ini dirancang agar Warga Binaan tetap memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan potensi diri selama menjalani masa pidana. Pendekatan tersebut sejalan dengan tujuan pemasyarakatan yang menitikberatkan pada rehabilitasi serta persiapan reintegrasi sosial.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak fundamental setiap warga negara yang tidak boleh terhenti hanya karena menjalani hukuman. Ia menjelaskan, pendidikan informal di Lapas Luwuk mencakup beragam kegiatan, mulai dari pengentasan buta aksara, pelatihan keterampilan kemandirian, hingga pembinaan kerohanian.

"Kami ingin ketika mereka bebas nanti, mereka tidak hanya membawa surat lepas, tetapi juga membawa bekal pengetahuan dan keterampilan baru yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Bahrun.

Berdasarkan pantauan di lokasi, program ini disambut antusias oleh Warga Binaan. Ruang belajar yang tersedia dimanfaatkan untuk diskusi aktif antara instruktur dan peserta. Materi yang diberikan tidak sebatas teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini.

Inisiatif Lapas Luwuk tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan. Ia menilai program pendidikan di dalam lapas merupakan bentuk nyata pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

"Kami sangat mendukung penuh akselerasi program pendidikan informal di Lapas Luwuk sebagai pemenuhan hak asasi manusia. Lapas bukan lagi sekadar tempat penghukuman, melainkan wadah edukasi untuk memanusiakan manusia," tegas Bagus.

Melalui keberlanjutan program pendidikan informal ini, Lapas Luwuk berharap mampu membentuk Warga Binaan yang lebih berdaya, memiliki keterampilan, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah setelah kembali ke lingkungan sosialnya.

Sumber: