FKUB Sulteng Dorong Daerah Jadi Contoh Nasional Kerukunan dan Toleransi
Kakanwil Kemenag Sulawesi Tengah, Junaidin, menerima kunjungan silaturahmi FKUB Sulawesi Tengah di ruang kerjanya pada Rabu (21/1/2026).-Foto: Kemenag Sulteng-
Palu, Disway.id - Forum Kerukunan Umat Beragama (sulteng.disway.id/listtag/5299/fkub">FKUB) Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai contoh nasional dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan toleran. Hal ini disampaikan oleh Ketua sulteng.disway.id/listtag/5299/fkub">FKUB sulteng Zainal Abidin.
"Visi kami menjadikan Sulawesi Tengah sebagai pusat moderasi beragama dengan indeks kerukunan dan toleransi yang tinggi," kata Zainal dilansir dari Antara, Sabtu (24/1/2026).
Guna merealisasikan visi tersebut, FKUB Sulteng terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag), organisasi keagamaan, serta seluruh elemen umat beragama di wilayah Sulawesi Tengah.
Berdasarkan catatan FKUB setempat, indeks kerukunan umat beragama di tingkat provinsi telah menembus peringkat 10 besar nasional. Namun, capaian di level kabupaten dan kota baru berada di kisaran 60 persen.
"Kami menargetkan ke depan indeks itu naik ke angka 70 hingga 80 persen melalui program kerja yang telah disusun," ujarnya.
Ia menilai peluang menjadikan Sulawesi Tengah sebagai rujukan kerukunan nasional sangat terbuka, mengingat capaian indeks provinsi yang sudah cukup tinggi secara nasional.
"Kalau mau lihat keamanan dan kerukunan datang ke Sulawesi Tengah, ini bukan cita-cita yang terlalu tinggi. Apalagi kalau sudah berkolaborasi antara pemda, Kemenag, FKUB dan pihak-pihak lainnya saya yakni visi ini bisa terwujud," ujarnya.
Zainal juga menyoroti masih adanya stigma negatif yang kerap dilekatkan pada Sulawesi Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dijawab melalui sinergi lintas sektor untuk membangun kohesi sosial sekaligus memperbaiki citra daerah.
Ia menambahkan bahwa upaya merawat harmoni dan memperkuat moderasi beragama merupakan langkah strategis dalam menciptakan masyarakat majemuk yang menjunjung tinggi nilai perdamaian.
"Efisiensi anggaran bukan menjadi hambatan dalam mengampanyekan toleransi dan moderasi beragama. Salah satu inovasi kami laksanakan, yakni melakukan program kemitraan, melalui pola bekerja sama dengan pihak lain," ucap Zainal yang juga Rais Syuriyah PBNU.
Dalam penguatan kerukunan, FKUB Sulteng menerapkan empat pilar moderasi beragama sebagai pendekatan utama, meliputi komitmen kebangsaan, sikap toleran, penolakan terhadap kekerasan, serta keterbukaan terhadap budaya dan tradisi lokal.
"Kami juga bertekad ingin meraih Harmony Award 2026. Berbagai program kami lakukan sejak beberapa tahun terakhir ingin membuktikan bahwa Sulteng aman dan tentram serta layak dikunjungi semua orang," kata dia.
Sumber: