Prabowo Minta Menteri Kaji Opsi WFH dan Pengurangan Hari Kerja untuk Antisipasi Krisis BBM

Prabowo Minta Menteri Kaji Opsi WFH dan Pengurangan Hari Kerja untuk Antisipasi Krisis BBM

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri pengukuhan pengurus MUI periode 2025-2030 di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).-Foto: Istimewa-

Jakarta, Disway.id - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih menyiapkan kajian terkait sejumlah langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) apabila terjadi krisis energi. Salah satu opsi yang diminta untuk dipelajari adalah penerapan kerja dari rumah atau Work from Home (WFH) serta pengurangan jumlah hari kerja.

Permintaan tersebut disampaikan presiden sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga energi dunia. Menurutnya, ketegangan di sejumlah kawasan internasional dapat berdampak pada kenaikan harga BBM yang pada akhirnya turut memengaruhi harga kebutuhan pokok.

“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Hal ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” ujar Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Prabowo menjelaskan, pemerintah sejauh ini telah berupaya menjaga sejumlah sektor mendasar, khususnya terkait ketahanan pangan. Meski demikian, pemerintah tetap perlu menyiapkan langkah-langkah pencegahan untuk menghadapi kemungkinan tekanan di sektor energi.

Ia menegaskan bahwa upaya penghematan konsumsi BBM harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah, kata dia, tidak boleh merasa terlalu aman tanpa menyiapkan berbagai strategi pengendalian dan antisipasi terhadap situasi yang bisa saja berubah.

“Tapi tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif. Artinya, kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun yang terjadi kita aman. Kita bersyukur kita aman, tetapi kita juga harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM kita,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, presiden juga menyinggung pengalaman sejumlah negara yang menerapkan kebijakan penghematan energi secara ketat ketika menghadapi potensi krisis. Salah satu contoh yang disebut adalah kebijakan yang pernah diterapkan di Pakistan.

“Mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah, untuk semua kantor pemerintah maupun swasta. 50 persen bekerja dari rumah, kemudian hari kerja mereka dipotong menjadi hanya empat hari,” ungkapnya.

Selain menerapkan WFH, pemerintah Pakistan juga mengambil langkah efisiensi lain seperti memangkas gaji pejabat negara, mengurangi penggunaan BBM pada kendaraan dinas, serta menunda sejumlah pengeluaran negara yang tidak mendesak.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa contoh tersebut hanya dijadikan referensi untuk bahan kajian di Indonesia. Pemerintah akan mendiskusikan berbagai kemungkinan kebijakan bersama para menteri serta pimpinan lembaga terkait.

Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan pola kerja dari rumah dapat mengurangi mobilitas masyarakat, kemacetan, sekaligus menekan konsumsi energi secara signifikan.

“Nah, jadi ini saya minta dibicarakan nanti. Dulu kita atasi COVID, dan kita berhasil. Kita mampu banyak bekerja dari rumah dengan efisien. Artinya, kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” ujarnya.

Karena itu, presiden meminta seluruh jajaran pemerintah menyiapkan berbagai skenario sebagai langkah antisipasi apabila kondisi global memburuk.

“Kita tidak panik, tetapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling buruk,” pungkasnya.

Sumber: