Prabowo Respons Putusan MA AS soal Tarif Trump, RI Siap Hadapi Kebijakan Baru 10 Persen
Presiden Prabowo mengatakan, pertemuan perdana BoP difokuskan pada pembahasan langkah-langkah konkret untuk mendorong perdamaian di Gaza, Palestina.-Foto: Biro Pers Istana-
Jakarta, Disway.id - Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sejumlah kebijakan tarif global Presiden Donald Trump memicu perhatian banyak negara, termasuk Indonesia. Putusan tersebut menyatakan bahwa Trump tidak memiliki kewenangan memberlakukan tarif global berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).
Namun tak lama setelah putusan itu keluar, Trump kembali mengumumkan kebijakan baru berupa tarif impor global sebesar 10 persen.
Menanggapi perkembangan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia menghormati dinamika politik yang terjadi di Amerika Serikat, sembari menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
“Kita siap untuk menghadapi semua kemungkinan, kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat. Kita lihat perkembangannya,” ujar Prabowo di Washington DC, Sabtu (21/2/2026).
Ia menilai, kebijakan tarif 10 persen yang diumumkan kembali oleh Trump masih dalam batas yang dapat diantisipasi oleh Indonesia.
“Saya kira ya menguntungkan lah (tarif 10%),” tambahnya.
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah akan berupaya mempertahankan tarif nol persen yang sebelumnya telah disepakati antara Indonesia dan pihak AS.
“Alhamdulillah, kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10 persen, tetapi yang sudah diberikan 0 persen itu kita minta tetap,” kata Airlangga.
Komoditas pertanian seperti kopi dan kakao menjadi prioritas dalam skema tarif nol persen tersebut karena kontribusinya yang besar terhadap ekspor nasional. Selain sektor agrikultur, fasilitas tarif 0 persen juga mencakup sejumlah komponen penting dalam rantai pasok industri, termasuk elektronik, crude palm oil (CPO), tekstil, serta produk turunannya.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, pemerintah optimistis stabilitas perdagangan Indonesia tetap terjaga meski kebijakan global terus mengalami perubahan.
Sumber: