MBG Ramadan Dongkrak Usaha Roti Rumahan di Mesuji Makmur OKI

MBG Ramadan Dongkrak Usaha Roti Rumahan di Mesuji Makmur OKI

Di Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, suasana dapur Andri Sulistiawati berubah jauh lebih sibuk sejak Ramadan tiba.-Foto: Biro Pers Istana-

Jakarta, Disway.id - Di Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, suasana dapur Andri Sulistiawati berubah jauh lebih sibuk sejak Ramadan tiba. Aroma roti hangat hampir tak pernah absen dari rumah sederhananya.

Oven menyala nyaris tanpa jeda, sementara adonan terus diolah demi memenuhi pesanan yang jumlahnya melonjak tajam.

Andri, yang menjadi pemasok roti rumahan untuk SPPG Catur Tunggal, merasakan perkembangan signifikan pada usahanya tahun ini. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu kering selama Ramadan membuat permintaan meningkat drastis dibanding hari biasa.

“Untuk pemesanan yang di atas 3.000 itu, bahkan pernah itu pesan 9.000 piece, dan kami bagi sesama UMKM, Kami ada 4 orang supplier yang masuk, jadi kami bagi untuk produksinya,” tutur Andri saat ditemui di rumahnya, Selasa (3/3/2026).

Beragam produk seperti roti abon, roti cokelat, roti wijen, hingga donat masuk dalam paket menu Ramadan. Seluruh pesanan harus diproduksi dalam kondisi segar dan diselesaikan pada hari yang sama, karena pengiriman dilakukan keesokan paginya. Pola kerja pun menjadi lebih disiplin dan terjadwal.

Lonjakan permintaan memaksa Andri menambah tenaga kerja. Ia merekrut lima karyawan baru agar proses produksi berjalan lancar dan target terpenuhi. Kini dapurnya tak hanya dipenuhi wangi roti, tetapi juga aktivitas para pekerja yang berbagi tugas demi mengejar waktu.

“Untuk bulan Ramadan ini kami merekrut karyawan, jadi kami dibantu 5 orang untuk menyelesaikan pekerjaan kami,” katanya.

Ia merasakan dampak berlipat dari peningkatan pesanan tersebut. Selain mendongkrak omzet dan memperluas lapangan kerja, usaha kecil seperti miliknya ikut berkontribusi dalam penyediaan asupan bagi anak-anak penerima manfaat program.

Bagi Andri, MBG bukan sekadar program gizi, tetapi juga pendorong perputaran ekonomi desa. Ada kepastian pasar, tambahan pendapatan, dan peluang kerja bagi warga sekitar.

“Terus terang sangat membantu sekali adanya program MBG ini untuk kita, karena kita lebih banyak rezeki, lebih banyak produksi,” ungkapnya.

Di akhir perbincangan, ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas keberlanjutan program tersebut dan berharap pengelolaannya tetap berjalan sesuai tujuan.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas program ini. Kami mohon untuk SPPG di seluruh Indonesia bisa amanah memegang program ini, supaya kucuran anggaran dana yang diberikan benar-benar bisa terealisasi sesuai harapan pemerintah,” ujarnya.

Di Mesuji Makmur, Ramadan kali ini membawa makna lebih. Bagi pelaku usaha rumahan seperti Andri, kebijakan yang menyentuh pelaku UMKM terbukti mampu menghadirkan dampak nyata, menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mendukung pemenuhan gizi generasi muda.

Sumber: