Pemerintah Proyeksikan Jagung, Gula hingga Telur Surplus Jelang El Nino “Godzilla”

Pemerintah Proyeksikan Jagung, Gula hingga Telur Surplus Jelang El Nino “Godzilla”

Mentan Amran saat meninjau lokasi stok bulog--

Jakarta, Disway.id – Pemerintah memastikan ketersediaan sejumlah komoditas pangan strategis dalam kondisi aman bahkan surplus menjelang potensi dampak fenomena El Nino “Godzilla”.

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa berdasarkan neraca Pangan Nasional hingga Mei 2026, komoditas seperti jagung, gula, telur ayam, hingga daging ayam diproyeksikan mengalami surplus.

“Tantangan pangan semakin kompleks, dipengaruhi dinamika geopolitik serta perubahan iklim. Namun, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional hingga Mei 2026, pangan strategis nasional berada pada kondisi surplus dan relatif aman,” ujar Amran dalam rapat kerja di Gedung DPR, Selasa (7/4/2026).

Rincian Proyeksi Surplus Pangan

Amran merinci sejumlah komoditas yang diproyeksikan surplus, antara lain:

  • Gula konsumsi: surplus 632 ribu ton

(ketersediaan 1,81 juta ton, kebutuhan 1,18 juta ton)

  • Daging ayam: surplus 837 ribu ton

  (suplai 2,52 juta ton, kebutuhan 1,68 juta ton)

  • Telur ayam: surplus 423 ribu ton

  (ketersediaan 3,16 juta ton, kebutuhan 2,73 juta ton)

  • Jagung: surplus 4,35 juta ton

  (suplai 11,49 juta ton, kebutuhan 7,13 juta ton)

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski menghadapi musim kemarau.

Harga Pangan Relatif Terkendali

Selain ketersediaan, pemerintah juga menyoroti stabilitas harga pangan. Amran menyebut harga sejumlah komoditas utama cenderung terkendali setelah Ramadan dan Idulfitri.

Dalam periode 21 Maret hingga 5 April 2026:

  • Harga beras medium, beras SPHP, kedelai, dan bawang putih berada 3–7 persen di bawah HET/HAP
  • Harga cabai merah keriting bahkan sekitar 18 persen di bawah HET

“Secara umum, harga pangan terkendali. Saat bulan puasa memang ada yang di atas HET, tapi tetap terkendali, dan inflasi pangan turun menjadi 1,58 persen pada Maret 2026,” jelasnya.

Sumber: