Mentan Amran Tegaskan Stok Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino
Mentan Amran saat meninjau lokasi stok bulog--
Jakarta, Disway.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi stok pangan nasional saat ini dalam keadaan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menghadapi ancaman musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Amran menyebut berbagai langkah mitigasi telah disiapkan pemerintah untuk menjaga stabilitas produksi dan distribusi pangan di dalam negeri.
"Jadi, dampak El Nino, insyaallah itu bisa kita mitigasi risikonya," ujar Amran usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, dikutip, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, keyakinan tersebut didukung oleh kondisi neraca komoditas pangan strategis, khususnya beras. Cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini tercatat mencapai 5,2 juta ton yang tersimpan di gudang Perum Bulog. Selain itu, cadangan di sektor hotel, restoran, katering, serta rumah tangga diperkirakan mencapai sekitar 12,5 juta ton.
Menurutnya, total ketersediaan tersebut masih berpotensi bertambah karena adanya tanaman padi yang sedang memasuki masa tumbuh dengan estimasi produksi 10 hingga 11 juta ton.
"Artinya, dengan ketiga cadangan ini, itu bisa (memenuhi kebutuhan) 10 hingga 11 bulan ke depan," imbuh dia.
Selain beras, Amran menyebut sejumlah komoditas pangan lainnya juga dalam kondisi aman dan bahkan mengalami surplus. Pemerintah sendiri menetapkan 11 komoditas pangan strategis sesuai Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2020 tentang Cadangan Pangan Pemerintah.
Dari jumlah tersebut, delapan komoditas telah mencapai swasembada berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional hingga Agustus 2026 yang disusun Badan Pangan Nasional. Komoditas tersebut meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
“Jadi itu kesimpulannya supaya dipahami apa itu swasembada,” kata Amran.
Ia menambahkan, beberapa komoditas seperti daging ayam, telur ayam, dan bawang merah bahkan telah melampaui kebutuhan dalam negeri dan sudah diekspor.
Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga memperkuat strategi mitigasi risiko El Nino melalui pembangunan infrastruktur air seperti embung, irigasi pompa, dan sumur. Pemerintah juga mengoptimalkan lahan rawa serta memperluas cetak sawah baru guna menjaga keberlanjutan produksi pangan.
“Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi, insyaallah untuk pangan aman,” jelas Amran.
Sumber: