Parigi Moutong Bidik Status KLA Madya 2026, Perkuat Komitmen Perlindungan Anak

Parigi Moutong Bidik Status KLA Madya 2026, Perkuat Komitmen Perlindungan Anak

Asisten III bidang Administrasi Umum Yusnaeni.-Foto: ANTARA/HO-Kominfo Parigi Moutong-

Parigi Moutong, Disway.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menargetkan peningkatan status Kabupaten Layak Anak (KLA) ke tingkat Madya pada 2026, setelah sebelumnya meraih predikat Pratama.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab Parigi Moutong, Yusnaeni, menegaskan bahwa KLA bukan sekadar capaian administratif, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menjamin hak dan perlindungan anak.

"KLA bukan sekadar predikat melainkan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak di darah tumbuh optimal, terlindungi dari kekerasan, dan mendapatkan haknya secara menyeluruh," ujarnya dalam pertemuan peningkatan kapasitas gugus tugas dan operator KLA dilansir dari Antara, Jumat (17/4/2027).

Ia menjelaskan bahwa anak merupakan aset penting pembangunan, sehingga diperlukan integrasi sumber daya dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha secara terencana dan berkelanjutan.

Menurutnya, Gugus Tugas KLA diharapkan mampu menjadi wadah pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, kreatif, dan berkarakter.

"Perlu penguatan koordinasi supaya kebijakan daerah selalu berperspektif pada kepentingan terbaik anak," tambahnya.

Meski telah meraih predikat KLA Pratama, Yusnaeni mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi, sehingga diperlukan langkah-langkah intervensi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V Windarrusliana, menyebut posisi Parigi Moutong saat ini masih berada di level dasar, sehingga perlu percepatan untuk naik ke tingkat berikutnya.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program antara pemerintah kabupaten dan provinsi agar berjalan dalam satu sistem pembangunan yang terintegrasi.

"Kami hadir untuk memberikan dukungan penuh. Di Sulawesi Tengah belum ada kabupaten yang mencapai level Madya. Harapan besar kami ada pada Parigi Moutong dan Poso," ucapnya.

Selain itu, indikator penilaian KLA seperti pemenuhan hak sipil, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan khusus anak harus terus diperkuat.

Dalam kegiatan tersebut, gugus tugas juga mendapatkan pembekalan teknis terkait pengisian indikator KLA yang mencakup berbagai aspek kehidupan anak, guna memastikan implementasi berjalan optimal.

Pemkab Parigi Moutong optimistis mampu mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal.

"Mari kita jadikan setiap kebijakan daerah sebagai pelindung bagi masa depan anak," pungkasnya.

Sumber: