Pendidikan Gratis Tanpa Pungutan, Program Berani Cerdas Dorong Kenaikan IPM Sulteng
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid.-Foto: sultengprov.go.id-
Palu, Disway.id – Program Berani Cerdas, yang menjadi bagian dari sembilan program prioritas “9 BERANI” Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terus menunjukkan peran penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Sepanjang 2025, program beasiswa pendidikan gratis ini memperluas akses pendidikan bagi ribuan pelajar dan mahasiswa, khususnya dari keluarga kurang mampu, serta berkontribusi terhadap kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulteng.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IPM Sulawesi Tengah pada 2025 naik menjadi 72,82 dari sebelumnya 72,24, atau meningkat 0,80 poin. Capaian ini masih berada dalam kategori tinggi dan menunjukkan perbaikan pada sektor pendidikan, terutama pada indikator rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar yang harus dijamin oleh negara. Ia menekankan pentingnya memastikan tidak ada anak di Sulteng yang putus sekolah karena kendala biaya.
“Kita ingin tak ada lagi anak putus sekolah di Sulteng karena persoalan biaya pendidikan,” katanya dikutip dari disdik.sultengprov, Rabu (15/4/2026).
Dampak Program Berani Cerdas
Program ini memberikan beasiswa penuh untuk jenjang sarjana (S1), dengan rencana perluasan ke jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) mulai 2026, termasuk untuk bidang kedokteran spesialis dan keahlian pertambangan. Total anggaran yang dialokasikan mencapai lebih dari Rp84 miliar yang disalurkan langsung ke perguruan tinggi mitra di berbagai daerah di Indonesia.
Untuk tingkat SMA/SMK/SLB, program ini mencakup pendidikan gratis melalui bantuan operasional sekolah serta distribusi perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, dan tas bagi puluhan ribu siswa yang belum menerima bantuan PIP dari pemerintah pusat. Program ini berlaku di sekolah negeri maupun swasta.
Akademisi sekaligus anggota Tim Percepatan Program Prioritas, Prof. Djayani Nurdin, menilai program ini efektif menekan angka putus sekolah sekaligus memperkuat kualitas indeks pembangunan manusia di Sulawesi Tengah.
Cerita Masyarakat dan Komitmen Dinas Pendidikan
Anto, seorang petani asal Parigi, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Ia menyebut beban biaya pendidikan keluarganya berkurang drastis karena anaknya dapat bersekolah dan kuliah tanpa biaya tambahan.
“Program ini sangat membantu saya sebagai petani. Anak saya yang sedang berkuliah dan yang masih SMA bisa sekolah dan kuliah secara gratis, termasuk seragam baju, sepatu, dan tas. Dulu kami khawatir biaya, sekarang beban itu hilang,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Firmanza DP menegaskan bahwa Program Berani Cerdas benar-benar dijalankan tanpa pungutan apa pun.
“Kami tidak mentolerir sedikit pun pungutan liar (pungli) dalam proses pendaftaran, verifikasi, maupun pencairan beasiswa. Semua proses dilakukan secara transparan dan langsung ke perguruan tinggi. Jika ada indikasi pungli, kami akan tindak tegas,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan perlengkapan sekolah gratis merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada anak yang terhambat pendidikan karena alasan ekonomi.
Sumber: