Integrasi GSCM di Donggala Perkuat Pendidikan Karakter Berbasis Masjid
Disdik Sulteng mengintegrasikan program Gerakan Siswa Cinta Masjid (GSCM) ke dalam kebijakan operasional pendidikan di Kabupaten Donggala.-Foto: disdik.sultengprov.go.id-
Donggala, Disway.id - Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah (Disdik Sulteng) mengintegrasikan program Gerakan Siswa Cinta Masjid (GSCM) ke dalam kebijakan operasional pendidikan di Kabupaten Donggala. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat pembentukan karakter dan moral peserta didik dengan memaksimalkan fungsi masjid di lingkungan sekolah.
Penggabungan program tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman yang digelar di Kantor Bupati Donggala pada Kamis (23/4/2026). Dokumen tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza DP, bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi.
Dalam agenda tersebut, Firmanza turut didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Syam Zaini, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Sarifah. Kehadiran mereka bertujuan memastikan kesiapan teknis maupun administratif dalam pelaksanaan program di tingkat wilayah.
Kegiatan ini juga disaksikan oleh Sekretaris Daerah Donggala, Rustam Efendi, yang mewakili pemerintah daerah. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap kolaborasi tersebut sebagai upaya memperkuat nilai-nilai spiritual di kalangan pelajar.
"Kami sangat mendukung penuh langkah integrasi ini. Pemerintah daerah berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi bertransformasi menjadi pusat edukasi karakter yang mampu membentengi generasi muda Donggala dari pengaruh negatif,” ujar Rustam.
Ia menambahkan, sinergi ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan berkembang melalui penguatan fungsi rumah ibadah di tengah masyarakat.
Program GSCM sebelumnya telah diluncurkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sebagai bagian dari visi Gerakan Berani Berkah di seluruh wilayah provinsi. Implementasi di Donggala menjadi langkah awal untuk memperluas gerakan tersebut ke daerah lain di Sulawesi Tengah.
Melalui kesepakatan ini, pemerintah provinsi dan kabupaten berkomitmen untuk memperkuat kerja sama, mulai dari pembinaan teknis, penyediaan sarana pendukung di sekolah, hingga evaluasi berkala guna memastikan program berjalan optimal di seluruh satuan pendidikan.
Sumber: