Berani Makmur Jadi Andalan Sulteng, Dorong Pertanian Modern hingga Tembus Pasar Global

Berani Makmur Jadi Andalan Sulteng, Dorong Pertanian Modern hingga Tembus Pasar Global

Wagub Sulteng Reny A Lamadjido memimpin jalannya upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ke-60 tingkat provinsi yang diselenggarakan di Lapangan Pogombo, Selasa, 1 Oktober 2025.-Foto: sultengprov.go.id-

Palu, Disway.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Wagub Sulteng) Reny A. Lamadjido, menegaskan program BERANI Makmur menjadi strategi utama dalam mendorong kemajuan sektor tanaman pangan dan hortikultura di daerah tersebut.

Program ini dirancang dengan lima fokus utama, mulai dari peningkatan panen melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, pemberdayaan petani prasejahtera sekaligus penanganan stunting, hingga penguatan peran petani milenial.

“Selain itu, penguatan petani milenial, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, serta optimalisasi Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan),” kata Reny dalam keterangannya dikutip, Jumat (1/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) kabupaten/kota se-Sulteng.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, terutama dalam penyediaan data yang akurat terkait potensi pertanian di masing-masing wilayah.

“Kalau ada potensi di daerah, segera sampaikan agar bisa kami dukung secara maksimal,” katanya.

Menurutnya, data yang valid menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan serta memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.

Reny juga menyoroti komoditas unggulan daerah, seperti durian Sulawesi Tengah yang disebut sebagai “emas berduri” karena nilai ekonominya tinggi dan telah menembus pasar internasional.

Pada pertengahan April 2026, Sulteng berhasil mengekspor 459 ton durian beku senilai Rp42,5 miliar ke Tiongkok.

Ia optimistis, dengan sinergi antardaerah yang berbasis data kuat, berbagai potensi unggulan lainnya dapat dikembangkan hingga mampu bersaing di pasar global.

“Mari kita menggali potensi Sulawesi Tengah dengan berbasis data yang valid,” katanya.

Selain itu, Pemprov Sulteng juga menghadirkan inovasi digital melalui aplikasi SI-GILING serta fasilitas Wisma Tani yang dikembangkan oleh Dinas TPH.

Aplikasi SI-GILING menyediakan informasi terintegrasi dan real time terkait penggilingan padi, harga gabah dan beras, serta data pertanian lainnya.

Reny berharap, kehadiran sistem ini dapat membantu petani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan yang lebih tepat berbasis data akurat, sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Sumber:

Berita Terkait