Sidak Pasar Jelang Lebaran, Wagub Sulteng Temukan Harga Daging dan Ayam Naik!
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar di Palu guna memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.-Foto: sultengprov.go.id-
Palu, Disway.id - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar di Palu guna memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sidak dilakukan di Pasar Inpres, Pasar Masomba, serta gudang Perum Bulog dengan melibatkan berbagai unsur seperti Forkopimda, Bank Indonesia, DPRD, hingga Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Dari hasil pemantauan, harga bahan pokok secara umum masih terkendali, meski beberapa komoditas mengalami kenaikan.
“Hari ini kami bersama TPID dan unsur terkait melakukan sidak. Kami menemukan beberapa komoditas seperti daging sapi naik dari Rp130 ribu menjadi Rp150 ribu per kilogram karena keterbatasan pasokan. Begitu juga ayam potong dari Rp70 ribu menjadi Rp80 ribu. Namun untuk beras Bulog, harganya masih terjangkau,” ujarnya.
Meski ada kenaikan harga, pemerintah memastikan stok pangan dalam kondisi aman. Ketersediaan beras di Bulog mencapai 35 ribu ton yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 5 hingga 6 bulan ke depan. Sementara itu, minyak goreng “Minyak Kita” tersedia sekitar 120 ribu liter dan dinilai mencukupi hingga setengah tahun.
Sejumlah harga bahan pokok lainnya juga terpantau stabil, seperti bawang merah, bawang putih, beras medium dan premium, cabai rawit merah, daging ayam ras, serta minyak goreng.
Reny menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berkomitmen menekan inflasi daerah melalui koordinasi lintas sektor.
Di akhir kunjungannya, ia mengimbau seluruh tim TPID dan organisasi perangkat daerah untuk rutin melakukan pemantauan harga agar potensi lonjakan inflasi dapat diantisipasi sejak dini.
“Kami berharap TPID bersama OPD terkait tetap aktif melakukan monitoring dan analisis harga, sehingga potensi inflasi dapat diantisipasi lebih awal,” pungkasnya.
Sumber: