Sekolah Rakyat di Palu Tampung Anak Keluarga Miskin

Sekolah Rakyat di Palu Tampung Anak Keluarga Miskin

Sekolah Rakyat -Foto: Dok Disway-

Palu, Disway.id - Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto diarahkan untuk memperluas akses pendidikan inklusif bagi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah Indonesia. Salah satunya di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Target utama program ini adalah siswa dari kategori desil 1 dan desil 2 atau kategori miskin dan sangat miskin, yang sesuai dengan arahan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem," kata Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Tadulako Nambaso 20 Palu Anita dilansir Antara, Jumat (29/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Anita dalam podcast hasil kolaborasi Kantor Berita ANTARA Biro Sulawesi Tengah bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Sulawesi Tengah di Palu, Jumat.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat mulai beroperasi sejak Agustus 2025 dan telah menjangkau peserta didik dari sejumlah wilayah terpencil di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Banggai Laut yang menjadi daerah terjauh asal siswa.

"Saat ini terdapat 186 peserta didik, untuk tingkatan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA)," ungkapnya.

Kegiatan belajar mengajar berlangsung di delapan ruang kelas, terdiri dari tiga kelas jenjang SMP dan lima kelas tingkat SMA. Seluruh proses pembelajaran didampingi oleh 15 tenaga pengajar.

Berdasarkan data sekolah, peserta didik SRT Palu berasal dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah, mulai dari Banggai Laut, Buol yang berbatasan dengan Gorontalo, wilayah Napu di Kabupaten Poso, hingga Kecamatan Kulawi di Kabupaten Sigi.

Anita menuturkan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang dirancang untuk memberikan dukungan menyeluruh kepada para siswa.

"Semua kebutuhan siswa ditanggung oleh pemerintah, mulai dari pendidikan, kesehatan, pangan, hingga kebutuhan pribadi," jelasnya.

Sementara itu, hasil penelitian terbaru Pusat Kebijakan Pendidikan Kemendikbudristek menunjukkan akses pendidikan di daerah terpencil masih menjadi tantangan besar. Penelitian tersebut mencatat sekitar 47 persen siswa di wilayah pedalaman mengalami hambatan memperoleh pendidikan berkualitas.

Kehadiran SRT Palu dinilai mampu membantu mengurangi hambatan geografis maupun ekonomi melalui sistem asrama terpadu yang diterapkan sekolah tersebut.

Dengan konsep asrama, siswa dari berbagai daerah pelosok tetap dapat menikmati layanan pendidikan yang memadai dan fasilitas yang setara dengan sekolah unggulan di perkotaan.

Selain itu, anak-anak dari keluarga prasejahtera kini memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya hidup maupun kebutuhan sekolah.

Anita menjelaskan, proses penjangkauan siswa baru dilakukan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang dikelola Dinas Sosial di masing-masing daerah. Berbeda dengan pola pendaftaran umum, SRT Palu menggunakan metode jemput bola untuk menemukan calon siswa potensial dari keluarga penerima manfaat PKH.

Sumber: