Banjir Rendam 25 Rumah di Poso, BPBD Sulteng Minta Percepatan Perbaikan Tanggul

Banjir Rendam 25 Rumah di Poso, BPBD Sulteng Minta Percepatan Perbaikan Tanggul

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (3/4/2026) petang memicu banjir yang merendam ratusan rumah warga di sedikitnya 10 desa.-Foto: ANTARA/HO-BPBD Sulteng-

Poso, Disway.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sedikitnya 25 rumah warga terdampak banjir yang melanda Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso.

Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menjelaskan peristiwa tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu malam, 30 Mei 2026. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap dan merobohkan tanggul yang berada di belakang Gereja Elim Desa Betalemba.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air sungai meluap hingga mengakibatkan tanggul sungai di belakang Gereja Elim Desa Betalemba rubuh dan merendam rumah warga,” ujarnya.

Menindaklanjuti kejadian itu, BPBD Sulawesi Tengah berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Poso untuk melakukan asesmen di lokasi terdampak. Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui tingkat kerusakan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan darurat yang diperlukan.

Hasil pendataan menunjukkan banjir tidak hanya menggenangi puluhan rumah warga, tetapi juga berdampak pada Jalan Poros Napu yang menjadi salah satu akses utama transportasi masyarakat setempat.

Kerusakan tanggul sungai turut menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko banjir susulan apabila wilayah tersebut kembali diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Selain itu, belum ada warga yang harus mengungsi karena sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing sambil membersihkan sisa material lumpur dan sampah yang terbawa banjir.

Asbudianto mengatakan petugas di lapangan masih terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.

Menurutnya, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah dukungan alat berat untuk membantu proses pembersihan material banjir. Selain itu, pembangunan kembali tanggul yang jebol juga perlu segera dilakukan agar risiko banjir serupa dapat diminimalkan.

BPBD berharap penanganan darurat dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan potensi bencana lanjutan dapat dicegah.

Sumber: