Wagub Reny Lamadjido: Pelayanan Rumah Sakit Harus Lebih Ramah dan Responsif!
Wagub Sulteng Reny A Lamadjido saat menghadiri Workshop Service Excellent bertajuk “Penguatan Budaya Pelayanan Prima melalui Implementasi Nilai Berani Sehat” di Kota Palu, Kamis (4/6/2026).-Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng-
Palu, Disway.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Wagub Sulteng) Reny A. Lamadjido, mendorong RSUD Undata Palu untuk terus memperkuat penerapan pelayanan prima atau service excellent guna meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Reny saat menghadiri Workshop Service Excellent bertajuk “Penguatan Budaya Pelayanan Prima melalui Implementasi Nilai Berani Sehat” yang digelar di Kota Palu, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, kualitas pelayanan yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah.
“Saya berharap dengan service excellent ini kita bisa berubah,” kata Reny A. Lamadjido dilansir Antara.
Ia mengungkapkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Undata saat ini terus menunjukkan peningkatan. Kondisi itu terlihat dari banyaknya pasien yang tetap memilih menunggu ketersediaan ruang rawat inap di rumah sakit tersebut meskipun harus menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Padahal, pihak rumah sakit telah menawarkan opsi perawatan di fasilitas kesehatan lain yang masih memiliki kamar kosong agar pasien dapat segera memperoleh pelayanan medis.
Menurut Reny, fenomena tersebut menjadi indikator bahwa RSUD Undata telah menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang dipercaya masyarakat Sulawesi Tengah.
Karena itu, tingginya kepercayaan publik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan yang berfokus pada kebutuhan dan kenyamanan pasien.
Ia menilai penerapan pelayanan prima menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih profesional, cepat tanggap, ramah, dan mampu memenuhi harapan masyarakat.
Selain didukung fasilitas dan peralatan medis yang memadai, kualitas pelayanan kesehatan juga ditentukan oleh sikap, komunikasi, serta budaya kerja para tenaga kesehatan dalam melayani pasien.
Reny berharap workshop tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya pelayanan di lingkungan RSUD Undata sehingga mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan kesehatan.
Menurutnya, transformasi budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan akan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program Berani Sehat yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Melalui peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan, RSUD Undata diharapkan dapat mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus memberikan layanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi warga Sulawesi Tengah.
Sumber: