BNPB Minta Warga Pesisir Sulteng Tetap Tenang dan Ikuti Arahan Evakuasi Tsunami
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.-Foto: Istimewa-
Jakarta, Disway.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Gorontalo, dan Kalimantan Timur agar tetap waspada dan tidak panik. Hal itu menyusul peringatan tsunami yang dipicu gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi.
BNPB memastikan koordinasi terus dilakukan bersama berbagai instansi terkait guna mendukung langkah mitigasi dan evakuasi masyarakat di daerah yang berpotensi terdampak.
"Hingga saat ini, BNPB terus memperkuat koordinasi sinergis dalam satu komando bersama tim gabungan lintas instansi di daerah, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan yang bersiaga penuh untuk memandu pergerakan warga," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Menurut Abdul Muhari, pemerintah daerah yang masuk kategori Siaga telah diminta untuk segera mengarahkan warga menuju lokasi yang lebih aman dan berada di dataran tinggi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gelombang tsunami berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Wilayah dengan status Siaga sebagian besar berada di Sulawesi Utara. Estimasi kedatangan gelombang tsunami dimulai dari Kepulauan Sangihe pada pukul 06.51 WIB, kemudian Kota Manado dan Minahasa Utara bagian utara pada pukul 07.12 WIB, serta Bolaang Mongondow Utara sekitar pukul 07.22 WIB.
Status yang sama juga diberlakukan untuk Gorontalo bagian utara dengan perkiraan gelombang tiba pukul 07.26 WIB. Sementara di Sulawesi Tengah, wilayah Buol diperkirakan terdampak pada pukul 07.27 WIB dan Tolitoli sekitar pukul 07.29 WIB.
Selain daerah berstatus Siaga, BNPB juga mengingatkan pemerintah daerah di wilayah yang masuk kategori Waspada agar mengarahkan masyarakat menjauhi garis pantai dan muara sungai serta menghentikan sementara aktivitas di laut.
Beberapa daerah yang masuk kategori tersebut antara lain Kepulauan Talaud, Kota Bitung, wilayah Halmahera di Maluku Utara, Donggala bagian utara di Sulawesi Tengah, Kutai Timur di Kalimantan Timur, hingga Bulungan dan Nunukan di Kalimantan Utara.
Berdasarkan laporan BMKG hingga pukul 08.20 WIB, sejumlah stasiun pemantau mencatat ketinggian gelombang tsunami berkisar antara 9 hingga 75 sentimeter. Pengamatan tersebut antara lain terjadi di Desa Tanjung Sidupa, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, serta Desa Talengen di Kepulauan Sangihe.
Meski demikian, BNPB menyebut kondisi di lapangan masih dalam keadaan terkendali dan terus dipantau secara intensif oleh petugas gabungan.
"BNPB mengonfirmasi bahwa situasi dan kondisi di lapangan saat ini masih terpantau terkendali," kata Abdul Muhari.
BNPB mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi pemerintah serta mematuhi seluruh arahan petugas guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Sumber: