12 Ribu Gerai KMP Rampung Dibangun, Harga Minyakita dan LPG Lebih Murah
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari.-Foto: Antara-
Jakarta, Disway.id – Pemerintah terus mempercepat pengembangan Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu program strategis untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengungkapkan pembangunan KDKMP menunjukkan progres yang cukup pesat. Hingga 8 Juni 2026, ribuan gerai telah selesai dibangun dan sebagian sudah mulai beroperasi melayani masyarakat.
"Sampai 8 Juni 2026, sebanyak 1.061 unit KDKMP sudah beroperasi. Lokasinya tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang sebelumnya diresmikan secara simbolis oleh Presiden di Nganjuk pada Mei lalu," kata Qodari dalam konferensi pers, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, berdasarkan laporan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), saat ini terdapat 23.010 titik pembangunan KDKMP yang sedang berjalan di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.232 gerai telah selesai dibangun secara fisik dan sedang memasuki tahap persiapan operasional.
"Perkembangan pembangunan cukup signifikan. Ribuan gerai sudah selesai dibangun dan saat ini dipersiapkan untuk segera melayani masyarakat," ujarnya.
Pemerintah menargetkan pembangunan 80.000 unit KDKMP secara nasional hingga tahun 2029. Untuk jangka pendek, sekitar 20.000 unit ditargetkan sudah dapat diresmikan pada Agustus 2026.
Qodari menjelaskan, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai koperasi biasa, tetapi dirancang menjadi pusat kegiatan ekonomi desa yang mengintegrasikan sektor produksi, distribusi, dan pelayanan masyarakat dalam satu ekosistem.
Dari sisi produksi, koperasi akan menjadi mitra penyerapan hasil pertanian masyarakat sehingga petani memiliki kepastian pasar. Kehadiran KDKMP diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak yang selama ini sering menentukan harga secara sepihak.
Sementara pada sektor distribusi, KDKMP berperan sebagai pusat logistik desa yang menyalurkan berbagai kebutuhan pokok, baik barang bersubsidi maupun non-subsidi, hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
"Koperasi ini juga akan menjadi pusat distribusi logistik desa dengan dukungan jaringan PT Pos Indonesia sehingga pelayanan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat," jelasnya.
Selain itu, KDKMP juga akan menjalankan fungsi layanan sosial dan ekonomi. Gerai koperasi nantinya menjadi titik penyaluran bantuan sosial, layanan pembiayaan bersubsidi, serta wadah pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa.
Salah satu manfaat yang langsung dirasakan masyarakat adalah harga kebutuhan pokok yang lebih murah dibandingkan harga pasar umum.
Qodari mencontohkan, produk Minyakita yang di sejumlah daerah dijual sekitar Rp21.000 per kemasan, dapat diperoleh melalui KDKMP dengan harga Rp15.700. Artinya terdapat selisih harga sekitar Rp5.300 yang dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Begitu pula dengan LPG 3 kilogram yang dijual sekitar Rp16.000 per tabung, atau lebih murah dibandingkan harga yang biasa ditemukan di tingkat agen swasta.
Sumber: