Bupati Parigi Moutong Ingatkan Jemaah Haji: Gelar Jangan Sekadar Nama
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase saat menerima kedatangan jemaah haji asal Parigi Moutong di Parigi, dikutip Antara, Jumat (26/6/2026).-Foto: ANTARA/HO-Humas Pemkab Parigi Moutong-
Parigi Moutong, Disway.id - Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Erwin Burase mengingatkan para jemaah haji agar menjaga predikat haji dengan menunjukkan perilaku baik dan menjadi contoh di tengah masyarakat.
Menurut Erwin, gelar haji yang diperoleh setelah menjalankan ibadah di Tanah Suci bukan hanya sekadar kebanggaan, tetapi harus tercermin melalui sikap, akhlak, dan kepedulian sosial.
"Gelar haji yang disematkan harus dijaga dengan perilaku serta tindakan spiritual," kata Erwin Burase saat menerima kedatangan jemaah haji asal Parigi Moutong di Parigi, dikutip Antara, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang mengajarkan banyak nilai penting, seperti kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan.
Karena itu, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar para jemaah mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar.
"Para jemaah haji memiliki peran penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjaga persatuan serta kerukunan di lingkungan masing-masing," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Erwin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2026, mulai dari proses keberangkatan, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga kepulangan jemaah ke daerah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Parigi Moutong, Subhan, menyebutkan jumlah jemaah haji asal daerah tersebut mencapai 100 orang, terdiri atas 98 jamaah dan dua petugas pendamping.
Dari jumlah tersebut, terdapat 31 jemaah laki-laki dan 69 jemaah perempuan.
Namun, satu jemaah bernama Syahrudin Andi Sappo Berkisar yang berusia 77 tahun belum dapat kembali ke Parigi Moutong karena masih menjalani perawatan medis di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Subhan menjelaskan, kondisi kesehatan jemaah tersebut mengalami penurunan setelah melakukan perjalanan panjang dari Madinah menuju Indonesia sehingga harus mendapat penanganan lanjutan di rumah sakit.
Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan keluarga jamaah. Petugas haji, pihak terkait, serta rumah sakit terus memantau perkembangan kondisi kesehatan yang bersangkutan.
"Gelar haji bukan hanya sekedar simbol, harus diimplementasikan dengan sikap dan tindakan yang terpuji," tutur Subhan.
Sumber: