Donggala Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Penanganan Stunting
Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengajak seluruh orang tua untuk lebih aktif membawa anak-anak mereka ke Posyandu setiap bulan.-Foto: ANTARA/HO-Pemkab Donggala-
Donggala, Disway.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting dengan memperkuat kolaborasi antarsektor. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program penanganan stunting berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan mampu menjangkau kelompok sasaran secara optimal.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, hingga masyarakat.
"Ini menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi sekaligus mempercepat pelaksanaan program penurunan stunting melalui penguatan sinergi seluruh pihak terkait," ujar Vera dilansir Antara, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Vera, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi dalam upaya penanganan stunting di Kabupaten Donggala. Tantangan tersebut meliputi aspek tata kelola, koordinasi antarlembaga, penganggaran, validitas data, hingga pelaksanaan intervensi spesifik dan sensitif di lapangan.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memfokuskan intervensi pada kelompok yang memiliki dampak besar terhadap penurunan stunting, terutama calon pengantin, ibu hamil, serta anak usia di bawah dua tahun.
"Setiap intervensi yang dilakukan tidak hanya bertujuan meningkatkan capaian indikator statistik, tetapi juga harus mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat ketahanan keluarga," katanya.
Pemerintah Kabupaten Donggala juga mendorong optimalisasi Program Berani Pelita Hati yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebagai salah satu strategi percepatan penurunan stunting sekaligus peningkatan kualitas tumbuh kembang balita.
Vera menekankan bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan semata. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan berbagai sektor melalui intervensi yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
"Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama percepatan penurunan stunting. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat, kita dapat memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi generasi masa depan," ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, target prevalensi stunting di Kabupaten Donggala pada 2026 ditetapkan sebesar 24,3 persen. Namun, hingga saat ini angka prevalensi stunting masih berada pada level 29,6 persen.
Pemerintah Kabupaten Donggala pun menargetkan prevalensi stunting dapat ditekan hingga mencapai 23,8 persen pada 2027 melalui penguatan program intervensi dan kolaborasi lintas sektor yang lebih intensif.
Sumber: