Donggala Kejar Target Stunting, Keluarga Jadi Kunci Utama
Wakil Bupati Donggala, Taufik M Burhan.-Foto: Antara-
Donggala, Disway.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), terus memperkuat peran keluarga sebagai langkah strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting sekaligus menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Wakil Bupati Donggala Taufik M Burhan mengatakan, pola pengasuhan yang tepat serta keterlibatan aktif orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Jadi, orang tua tidak hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga harus hadir dalam setiap proses tumbuh kembang anak," kata Taufik saat ditemui awak media di Banawa, dilansir Antara, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada anak-anak di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.
"Kehadiran orang tua harus memberikan motivasi, rasa aman dan nyaman sehingga anak-anak mampu membentengi dirinya saat berinteraksi di lingkungan masyarakat," ucapnya.
Taufik menjelaskan, keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor pendukung dalam menekan prevalensi stunting di Kabupaten Donggala.
"Peran keluarga sangat dibutuhkan dalam proses penurunan stunting sebab dari lingkungan keluarga anak memperoleh pola asuh yang baik sehingga program-program pemerintah terkait pencegahan stunting dapat berjalan optimal," sebutnya.
Ia menilai, keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam membentuk kebiasaan hidup sehat serta memastikan anak mendapatkan kebutuhan yang menunjang pertumbuhan.
"Harapannya keluarga bisa menjadi fondasi utama guna mendukung tumbuh kembang anak dan menjaga keberlanjutan kehidupan sosial generasi muda di Kabupaten Donggala," kata dia.
Pemkab Donggala mencatat target prevalensi stunting pada 2026 berada di angka 24,3 persen. Sementara berdasarkan data terbaru, angka tersebut masih berada pada 29,6 persen.
Pemerintah daerah menargetkan prevalensi stunting dapat ditekan menjadi 23,8 persen pada 2027 melalui berbagai upaya pencegahan dan penguatan peran keluarga.
Sumber: