BI Proyeksikan Ekonomi Sulteng Tumbuh hingga 8,55 Persen pada 2026

BI Proyeksikan Ekonomi Sulteng Tumbuh hingga 8,55 Persen pada 2026

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tengah Muhammad Irfan SukarnaKepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna.-Foto: Antara-

Palu, Disway id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah memperkirakan perekonomian provinsi tersebut masih mampu mencatat pertumbuhan yang tinggi pada 2026. Laju pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada pada kisaran 7,75 hingga 8,55 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna mengatakan, prospek pertumbuhan ekonomi daerah masih didukung oleh kuatnya kinerja sektor industri pengolahan yang menjadi penopang utama aktivitas ekonomi di Sulawesi Tengah.

“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada 2026 diprakirakan tetap tumbuh tinggi dalam rentang 7,75 hingga 8,55 persen (yoy),” katanya di Palu, dilansir Antara, Rabu (8/7/2026).

Meski prospeknya positif, Irfan mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, baik dari dalam negeri maupun faktor global.

Dari sisi domestik, pembatasan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bijih nikel berpotensi mengurangi pasokan bahan baku bagi industri pengolahan. Selain itu, kebijakan moratorium smelter kelas I menyebabkan peningkatan kapasitas produksi nickel pig iron (NPI) dan mixed hydroxide precipitate (MHP) menjadi relatif terbatas.

Di samping itu, penerapan formula baru Harga Patokan Mineral (HPM) diperkirakan dapat meningkatkan biaya pengadaan bahan baku bagi industri pengolahan nikel.

Sementara dari faktor eksternal, ketidakpastian geopolitik global dinilai berpotensi mengganggu pasokan sulfur yang dibutuhkan industri berbasis MHP, sekaligus mendorong kenaikan biaya produksi.

Menurut Irfan, kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor yang harus diwaspadai. Potensi terjadinya El Nino diperkirakan dapat memengaruhi produksi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan di Sulawesi Tengah.

Pada triwulan I 2026, perekonomian Sulawesi Tengah tercatat tumbuh 8,32 persen secara tahunan. Meski lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV 2025 yang mencapai 9,43 persen (yoy), capaian tersebut masih menempatkan Sulawesi Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Indonesia.

Ia menjelaskan, tingginya pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kontribusi sektor industri pengolahan.

Selain memproyeksikan pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia juga memperkirakan inflasi Sulawesi Tengah sepanjang 2026 tetap berada dalam target nasional sebesar 2,5 persen dengan deviasi plus minus 1 persen. Kondisi tersebut didukung oleh penguatan upaya pengendalian inflasi serta stabilitas pasokan barang.

“Inflasi Sulawesi Tengah pada 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen (yoy), didukung oleh penguatan upaya pengendalian inflasi serta terjaganya stabilitas pasokan,” ujarnya.

Sebelumnya, inflasi Sulawesi Tengah sepanjang 2025 tercatat sebesar 3,31 persen (yoy). Kendati demikian, BI mengingatkan bahwa tekanan inflasi masih berpotensi meningkat akibat dampak El Nino, ketidakpastian geopolitik global, kenaikan harga energi, meningkatnya biaya distribusi, serta dinamika pasokan pangan.

Sumber: