243 Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Sigi Masih Direviu Inspektorat

243 Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Sigi Masih Direviu Inspektorat

Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi.-Foto: Antara-

Sigi, Disway.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, masih melakukan proses reviu terhadap 243 rumah yang masuk kategori rusak berat akibat gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo. Reviu tersebut dilakukan oleh Inspektorat guna memastikan hasil pendataan sesuai kondisi di lapangan.

Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi mengatakan, tim Inspektorat hingga kini masih menggelar rapat untuk menetapkan klasifikasi rumah rusak berat, dengan target penyelesaian paling lambat pada hari berikutnya.

"Jadi hari ini tim Inspektorat masih rapat untuk menentukan klasifikasi rumah rusak berat di Nokilalaki dan Palolo dengan batas waktu hingga besok," kata Samuel dilansir Antara, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, proses reviu dilakukan untuk memperkuat validitas hasil asesmen yang sebelumnya telah dilakukan tim teknis di lapangan.

"Hasil final berdasarkan reviu Inspektorat rumah rusak berat akan segera diumumkan dan dibuatkan rancangan SK tahap kedua pembangunan huntara untuk masyarakat terdampak," ujarnya.

Samuel mengimbau warga menerima hasil asesmen maupun reviu yang telah dilakukan sesuai ketentuan. Menurutnya, setiap klasifikasi kerusakan memiliki konsekuensi hukum sehingga tidak dapat diubah berdasarkan keinginan pihak tertentu.

"Kepada masyarakat bahwa apa pun itu harus diterima karena semua ada dampak hukum kalau kita memaksakan kehendak, misal rumahnya rusak ringan agar dimasukkan ke rusak berat maka itu tidak bisa dan berdampak hukum di masa mendatang," sebutnya.

Ia menegaskan penentuan tingkat kerusakan dilakukan oleh tim asesmen independen yang memiliki kompetensi di bidangnya dan berpedoman pada aturan yang berlaku.

"Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa tim asesmen merupakan orang independen yang memang memiliki kualifikasi untuk menentukan klasifikasi kerusakan tersebut," katanya.

Berdasarkan data Satuan Tugas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Sigi, jumlah rumah yang terdampak bencana mencapai 4.011 unit.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membangun 50 unit hunian sementara (huntara) tahap pertama bagi warga terdampak di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki.

Sumber: